Kemenag Rohul Kunker ke MTs dan MA Alfata Pasir Agung
Ringkasan:
Pondok Pesantren dan Madrasah pada dasarnya adalah lembaga pendidikan berkualitas dan bahkan berstandar internasional, sebab pendidikan di lembaga ini telah menggunakan apa yang dilakukan oleh sekolah bertaraf internasional, yaitu sistem boarding school (asrama), menggunakan bahasa internasional (In...
Pondok Pesantren dan Madrasah pada dasarnya adalah lembaga pendidikan berkualitas dan bahkan berstandar internasional, sebab pendidikan di lembaga ini telah menggunakan apa yang dilakukan oleh sekolah bertaraf internasional, yaitu sistem boarding school (asrama), menggunakan bahasa internasional (Inggris dan Arab), serta menggunakan kurikulum sendiri yang tetap, kitab standar yang tidak berubah rubah, sesuai dengan kompetensi yang diinginkan.
Oleh karena itulah maka pendidikan pondok Pesantren dan Madrasah senantiasa bertahan hidup, dapat bersaing dengan pendidikan lain dan senantiasa relevan dengan kemajuan zaman serta alumninya dapat berkompetisi, dapat berkiprah di masyarakat sesuai kompetensinya, dan yang terpenting memiliki daya saing tinggi.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA dalam sambutan pengarahannya ketika melakukan kunjungan kerja di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Alfata Pasir Agung Kec Bangun Purba Rohul, Kamis (2/2/2012).
Pada kesempatan itu Kakan Kemenag Rohul serahkan bantuan Rp60 Juta untuk pembangunan asrama, yang bersumber dari APBN Kementerian Agama. Hadir dalam acara tersebut Pengawas Pendidikan Agama Islam Rohul Drs H Abir Zuhdi, Kades Pasir Agung Siswanto, Ketua Umum YPI Alfata Ainur Rofiq, Ketua I YPI Alfata M Zainuri, Kabid Pendidikan Ramijan, Kepala MTs Alfata BASYUNI sag, Kepala MAS Alfata Mukhlis SHI, Ketua Komite Madrasah Gimin Bahtiar, tokoh agama, tokoh masyarakat dan orang tua murid.
Dikatakannya, para orang tua harus bangga memasukkan anaknya sekolah di Madrasah, sebab anak akan mendapatkan dua ilmu sekaligus yaitu ilmu agama dan ilmu umum. Kedua ilmu ini alan mengantarkan seseorang meraih kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat.
Menurut Ahmad Supardi, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Agama memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kemajuan pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan pengalokasian 80 % anggaran kementerian Agama untuk pendidikan.
Dana tersebut diarahkan pada tiga hal yaitu, pertama pembangunan sarana dan prasarana seperti bangun RKB, perpustakaan, laboratorium, dan rehab gedung.
Kedua, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru yang meliputi pelatihan guru, penyetaraan pendidikan, sertifikasi guru, tunjangan profesi, tunjangan fungsional guru non pns, tunjangan daerah terpencil, tunjangan tambahan penghasilan, beasiswa guru, dsb.
Ketiga bantuan murid yang meliputi dana BOS, Beasiswa berprestasi, beasiswa miskin, beasiswa ke Perguruan Tinggi Favorit, dsb. Untuk itu tidak boleh ada anak karena kemiskinannya menjadikannya tidak bersekolah. Semua anak anak Rohul harus sekolah dan kalau miskin laporkan kepada Kakan Kemenag Rohul. (Ash).