0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul : Israk Mikraj Momentum Jaga Persatuan dan Kesatuan

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) —— Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW, yang diperingati setiap tahun di hampir semua lapisan masyarakat, baik di masjid, RT/RW, Majelis Taklim, Madrasah, sampai dengan instansi pemerintahan...


ROKAN HULU (KEMENAG) —— Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW, yang diperingati setiap tahun di hampir semua lapisan masyarakat, baik di masjid, RT/RW, Majelis Taklim, Madrasah, sampai dengan instansi pemerintahan pada setiap jenjang, bukan hanya sebatas menjadi upacara seremonial keagamaan belaka.


Tetapi lebih daripada itu, peringatan ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk mendorong spirit persatuan dan kesatuan, ukhuwah islamiyah, persaudaraan sebangsa dan setanah air, meningkatkan syiar keagamaan islam, dan kegiatan keagamaan dalam rangka menjalin persatuan umat Islam dan bahkan bangsa Indonesia secara keseluruhan, sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan beragamanya.


Menurutnya, perintah melaksanakan ibadah sholat, yang disampaikan secara langsung oleh Allah SWT kepada UtusanNya Nabi Muhammad SAW, tanpa melalui perantara Malaikat Jibril, menunjukkan bahwa perintah sholat merupakan perintah dan ibadah yang sangat penting, baik kaitannya dengan Allah SWT (hablum Minallah) maupun kaitannya dengan hubungan sesama manusia (hablum Minannas).


Dikatakannya, perintah sholat, Selain sebagai pesan ibadah, juga merupakan perintah yang membawa pesan sosial tentang pentingnya menjaga  persatuan dan kesatuan, sebab ibadah sholat itu dianjurkan untuk dilaksanakan di masjid, bukan di rumah, dan sangat dianjurkan pula untuk dilaksanakan secara berjamaah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan umat Islam.


Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika merayakan peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW 1437 H/2016 M, bersama masyarakat Lubuk Soting Kec Tambusai, Kamis (28/4/2016) bertempat di Masjid Al-Jihad Dusun Ampar Baru, Desa Lubuk Soting.

Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Prov Riau ini, menyatakan bahwa seluruh ajaran agama Islam yang diwajibkan dan dilarang bagi umat Islam, keseluruhannya bermuara pada eratnya hubungan silaturrahim, yang harus tetap dijaga dan dipelihara secara harmonis.

Hal ini bisa dilihat dari pelaksanaan ibadah sholat yang harus dilaksanakan di masjid dan dilakukan secara berjamaah. Hal yang sama juga terlihat pada ibadah puasa, dimana orang kaya harus merasakan bagaimana sakit rasanya tidak makan dan tidak minum. Begitu juga bayar zakat, dengan memberikan penghasilan kita kepada orang lain. Ibadah haji juga demikian, dengan berkumpulnya perwakilan seluruh umat Islam internasional, swekalipun dengan biaya yang sangat mahal.

Kesemua ini tidak bisa dilepas pisahkan dengan dua hubungan yang harus dijaga dan dipelihara, jika ingin hidup selamat dunia dan akhirat, yakni Hablum Minallah, hubungan vertical antara manusia dengan Tuhannya. Dan juga Hablum Minannas, yakni hubungan antara sesame umat manusia dan bahkan dengan alam sekitar.*Ash*