0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul : Idul Fitri Hari Kemenangan Umat Islam

Ringkasan: Rokan Hulu (Inmas) – Hari Raya Idul Fitri adalah hari Raya kemenangan bagi umat Islam, yang telah dengan sukses berperang melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh, yaitu dengan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an : “Hai orang-orang...

Rokan Hulu (Inmas) – Hari Raya Idul Fitri adalah hari Raya kemenangan bagi umat Islam, yang telah dengan sukses berperang melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh, yaitu dengan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa”(Q.S.Al-Baqarah:183).

Melawan hawa nafsu, sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadis Rasulullah SAW sebagai sebuah perang besar, melebihi dahsyatnya perang Badar. Nabi Menyatakan ketika pulang dari perang Badar, “Kita pulang dari perang kecil menuju sebuah erang besar, yakni perang melawan hawa nafsu”.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA melalui press releasenya kepada sejumlah wartawan yang biasa meliput kegiatan Kemenag di kantornya, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, kota Pasir Pengaraian, Selasa (5/7/2016).

Dikatakannya, Idul fitri secara harfiah adalah kembali kepada fitrah, yaitu kesucian sebagaimana digambarkan dalam salah satu hadist Nabi:

“Barang siapa yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan iman dan mengharap ridha Allah SWT, maka diampunkan segala dosanya yang telah lalu, sehingga ia menjadi orang sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya”. 

Bersih dari segala noda dan dosa seperti halnya kertas putih kosong yang belum tersentuh dan ternoda oleh sesuatu apapun juga.

Disebut kembali kepada fitrah yaitu kembali seperti ketika dilahirkan oleh ibunya, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW :

“Setiap orang yang lahir ke dunia adalah dalam keadaan fitrah, maka kedua Ibu bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani dan bahkan Majusi”.

Ahmad Supardi Hasibuan yang alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Kab Mandailing Natal Prov Sumatera Utara ini, lebih lanjut menyatakan bahwa dengan ibadah puasa Ramadhan yang dijalankan selama satu bulan penuh, umat Islam kembali lagi kepada fitrahnya semula yaitu bersih dari noda dan dosa.Ash