ROKAN HULU (KEMENAG) Hijrah, baik sebagai sebuah konsep maupun sebagai sebuah sikap dalam hidup, merupakan kunci utama kemajuan Islam, baik sebagai sebuah agama maupun sebagai sebuah komunitas umat, sejak masa Nabi Muhammad SAW, Khulafaurrasyidin, sampai dengan masa kekhalifahan lainnya, seperti Turki Utsmani di Turki dan Kerajaan Mughal di India.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al-Ikhlas Desa Segatal Kec Rambah Samo Kab Rohul, Jumat (31/10/2014), dengan dihadiri umat Islam Desa Segatal dan sekitarnya.
Dikatakannya, pada awalnya konsepsi hijrah adalah berpindah dari satu tempat yang tidak kondusif, menuju ke tempat lain yang lebih kondusif, dalam rangka pengembangan agama Islam. Namun demikian, dalam perjalanan selanjutnya, hijrah berubah menjadi sebuah konsepsi hidup dan perilaku yang melekat pada setiap diri umat Islam.
Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Prov Riau ini mengatakan, sejarah mencatat bahwa 13 tahun Nabi Muhammad SAW berdakwah mengembangkan agama Islam di kota Makkah, tetapi tidak membuahkan hasil yang maksimal sesuai dengan yang diharapkan.
Berbeda halnya dengan pasca hijrah, agama Islam menjadi sebuah agama yang sangat diminati dan digandrungi oleh semua kalangan masyarakat, baik orang tua maupun generasi muda, baik orang Arab maupun orang bukan Arab (Ajam), baik kalangan hartawan maupun kalangan kaum dhuafa tertindas.
Hal ini dapat dibuktikan dengan berkembanganya agama Islam bukan hanya di jazirah Arab, akan tetapi menyebar ke seluruh penjuru dunia, seperti ke Afrika, Mesir, Marokko, dsb, menyebar juga ke Eropa seperti Spanyol dengan monument peninggalannya yang luar biasa, dan bahkan sampai di Asia seperti India dan Indonesia, jelasnya.
Ahmad Supardi Hasibuan berharap agar umat Islam dimana sajapun berada, baik saat ini, maupun di masa mendatang, agar menjadikan hijrah sebagai sebuah konsep dalam hidup dan kehidupannya, sehingga esensi hijrah dapat dirasakan oleh umat islam dan sekaligus dapat mengatasi berbagai persoalan yang dihadapinya.
Hasibuan meyakini bahwa berbagai persoalan yang dihadapi umat Islam saat ini, seperti kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kerenggangan ukhuwah, perpecahan, pertikaian antar sesame, dan lain sebagainya, dapat diatasi dengan menerapkan konsepsi hijrah dalam setiap diri umat Islam.***(Ash)