0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Harapkan Tunjangan Guru Madrasah Tidak Hilang dari APBD Rohul

Ringkasan: Rokan Hulu (Inmas) - Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasi Pendidikan Islam Drs H Suyahruddin MSy, mengharapkan agar tunjangan guru madrasah dalam bentuk hibah dari Pemkab Rohul, tidak dihilangkan dari APBD Rohul Tahun 2016.

Rokan Hulu (Inmas) - Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasi Pendidikan Islam Drs H Suyahruddin MSy, mengharapkan agar tunjangan guru madrasah dalam bentuk hibah dari Pemkab Rohul, tidak dihilangkan dari APBD Rohul Tahun 2016.

Sebab tunjangan dari Pemkab Rohul sebesar Rp 500 ribu setiap bulan atau Rp 6 juta setiap tahunnya, sangat diharapkan dan dibutuhkan oleh para guru madrasah dan pondok pesantren se Rohul, sebab berdasarkan catatan Kantor Kemenag Rohul, gaji sekitar 1.060 guru madrasah dan pondok pesantren (Ponpes) masih dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Menurutnya lagi, para guru madrasah dan pondok pesantren tersebut berhak untuk mendapatkan dana hibah dari Pemkab Rohul, sebab para guru madrasah dan ponpes tersebut adalah juga rakyat Rohul yang harus mendapat poerhatian dari Pemkab Rohul. Mereka adalah rakyat Rohul, bukan rakyat Jakarta dan lain sebagainya.

Kakan Kemenag Rohul menilai gaji guru honor madrasah dan ponpes itu masih di bawah standar, sebab sebahagaian dari mereka hanya bergaji Rp 300 ribu setiapo bulannya, dan memang ada yang mencapai gaji Rp 500 ribu, tetapi hal ini jauh dari mencukupi dan terbilang tidak wajar. Serta tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.

Ahmad Supardi mengakui empat tahun terakhir, pemerintah pusat tidak melakukan pengangkatan guru PNS. Dia sangat mengharapkan, seluruh guru honor di lingkungan Kemenag Rohul telah bersirtifikasi dan bisa diangkat menjadi PNS, sehingga penghasilan mereka memadai.

“Jika penghasilan mereka mencukupi, maka kinerja mereka mendidik anak-anak negeri ini dipastikan akan meningkat, jika tidak maka mereka masih dibebani pikiran untuk mencari tambahan biaya hidup. Kasihan mereka sebagai guru masih ada yang memotong karet pagi-pagi sebelum pergi mengajar,” kata Ahmad Supardi.

Mantan Kepala Bagian Humas Kanwil Kemenag Riau ini berterima kasih kepada Pemkab Rohul. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah telah mengucurkan bantuan bagi guru non PNS di lingkungan Kemenag Rohul sebesar Rp6 juta per tahun per orang, atau total bantuan sekitar Rp6,3 miliar per tahun.

Ahmad Supardi berterima kasih kepada Bupati Rohul yang telah menjanjikan akan membantu para guru madrasah ini sebesar Rp 1 juta per orang per bulan, atau Rp 12 juta perorang pertahun.***(Ash)