ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, harapkan agar para guru madrasah dan pondok pesantren (Pontren) tingkatkan pengetahuan tentang bahasa Arab dan berikan motivasi kepada santri untuk lebih giat mempelajari bahasa Arab, sebab bahasa Arab adalah bahasa Alqur’an.
Demikian disampaikan Ahmad Supardi Hasibuan, didampingi Kasi Pendis Drs H Syahruddin MSy, ketika menutup secara resmi kegiatan Daurah Ulumu al-Syari’ah wa al-Arabiyah (Diklat Ilmu-Ilmu Syari’ah dan Bahasa Arab) yang ditaja oleh Ponpes Darussalam Saran Kabun, kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, Senin (14/4/2014) bertempat di Ponpes Darussalam, Kabun.
Kegiatan daurah tersebut diikuti oleh 49 orang peserta yang terdiri dari Guru Bahasa Arab Ponpes se Rohul, Kampar, Siak, dan Kota Pekanbaru, pada tanggal 12 s/d 14 April 2014 di Ponpes Darussalam, Kabun, dengan menghadirkan nara sumber utama Dr Hisyam Muhammad Assaiyid, Dr Amr, keduanya dari LIPIA Jakarta, Abuya Alaiddin Aidarus Lc, dan pakar bahasa Arab lainnya.
Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, umat Islam berkewajiban untuk mampu berbahasa Arab, minimal sekedar untuk keperluan bacaan sholat, seperti takbir, baca fatihah, baca surah, dan bacaan-bacaan lainnya, yang kesemua itu adalah berbahasa Arab dan tidak boleh menggunakan bahasa Indonesia.
Perlu juga diingatkan kepada santri-santri kita, bahwa bahasa Indonesia, 70 persen dipengaruhi oleh bahasa Arab, makanya banyak istilah-istilah bahasa Indonesia yang bersumber dari bahasa Arab, seperti musyawarah, mufakat, berdo’a, alam raya, keadilan, beradab atau berperadaban, dan lain sebagainya, kesemua itu adalah berasal dari bahasa Arab, papar Ahmad Supardi.
Menurut Ahmad Supardi lagi, Alqur’an yang adalah Kalamullah, kalau kita kuasai Surat Al-Baqarah beserta artinya, maka akan kita kuasai 80 persen Alqur’an, sebab 70 persen kata-kata dalam surah sesudahnya adalah pengulangan kata dari Surah Albaqarah, sehingga kita dapat memahaminya.
Ahmad Supardi juga berharap agar Ponpes dibawah binaan Kemenag Rohul, dapat menjalin kerjasama dengan LIPIA Jakarta, sehingga santri-santri kita yang tamat Madrasah Aliyah (MA) dapat belajar dan menimba ilmu pengetahuan di LIPIA Jakarta.
Harapan ini disambut baik oleh pihak LIPIA Jakarta, melalui Dr Hisyam Muhammad, dan berupaya untuk dapat melakukan kerjasama dengan Ponpes Darussalam, untuk dapat mengirimkan santrinya belajar di LIPIA Jakarta.***(Ash)