0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Canangkan Gerakan Magrib Mengaji

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Kantor Kemenag Rohul mencanangkan program terobosan berupa "Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji" (GM3/Ge Em Tree). Program ini dimaksudkan dalam rangka menyikapi semakin terdegradasinya moralitas masyarakat, khususnya di kalangan remaja, anak anak dan bahkan di kalangan orang tua.
Rokan Hulu (Humas)- Kantor Kemenag Rohul mencanangkan program terobosan berupa "Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji" (GM3/Ge Em Tree). Program ini dimaksudkan dalam rangka menyikapi semakin terdegradasinya moralitas masyarakat, khususnya di kalangan remaja, anak anak dan bahkan di kalangan orang tua. Kepala Kankemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi MA, Kamis (24/3) menyebutkan, realitas menunjukkan bahwa saat ini terjadi, bukan hanya kenakalan remaja, tetapi juga kenakalan orang tua. "Saat ini masyarakat, khususnya anak anak dan remaja, antara magrib dengan isya, banyak menghabiskan waktunya di luar rumah, padahal waktu antara magrib dengan isya adalah waktu yang sangat ideal bagi orang tua untuk memberikan bimbingan, pengajaran dan pelajaran bagi anak anak," terangnya. Menurutnya, waktu antara magrib dengan isya adalah waktu ideal pertemuan antar keluarga, khususnya keluarga inti. Makanya, orang tua dulu sering mencari alasan agar anak anak antara magrib dengan isya tetap berada dalam rumah dengan mengatakan "antara magrib dengan isya, banyak setan berkeliaran di luar rumah". Sehingga anak anak, masuk dalam rumah. "Saat ini justru setannya berada dalam rumah, berupa televisi dan acara menarik lainnya, sehingga anak anak berada di luar rumah. Atau anak anak berada dalam rumah, tetapi terbius oleh rayuan setan yang ada dalam rumah," terang Ahmad Supardi. Lebih lanjut ia menambahkan, program tersebut, bukan hanya dimaksudkan untuk mengaji antara magrib dengan isya, tetapi juga dapat digunakan belajar yang lain yang bermanfaat. Dengan demikian berharap agar program ini, dapat dilaksanakan secara cermat oleh seluruh lapisan masyarakat Rohul. Dan dapat dijadikan oleh pemerintah daerah sebagai sebuah gerakan dalam masyarakat. Program ini pada kemenag Rohul akan diselaraskan dengan program pembinaan keluarga sakinah dan pendidikan agama dalam masyarakat serta pendidikan karakter bangsa dengan pendekatan agama. "Perlu diingat, bahwa pendidikan agama dalam keluarga adalah benteng terakhir pertahanan keluarga atas derasnya arus globalisasi dan tekhnologi informasi," pungkasnya. (rohul edit by msd)