0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Bentuk Panitia HAB ke 66

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti ke 66 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2012, Kantor Kemenag Rohul membentuk panitia pelaksana peringatan hari amal bakti ke 66, yang dituangkan dalam Keputusan Kakan Kemenag Rohul Nomor : 051 Tahun 2011 tanggal 3 Nopember 2011 t...
Rokan Hulu (Humas)- Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti ke 66 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2012, Kantor Kemenag Rohul membentuk panitia pelaksana peringatan hari amal bakti ke 66, yang dituangkan dalam Keputusan Kakan Kemenag Rohul Nomor : 051 Tahun 2011 tanggal 3 Nopember 2011 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Peringatan HAB ke 66 Kementerian Agama Tahun 2012. Kepanitiaan diketuai oleh Drs. H. Zulkifli, M.Pd dan sekretaris Firdaus, S.Ag. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA kepada wartawan, Senin (14/11/11) di kantornya, Jalan Ikhlas, Kompleks Pemda Rohul, Pasir Pengarayan. Dikatakannya, pembentukan panitia ini sengaja dipercepat, sehingga lebih siap dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan, dalam rangka memperingati HAB tersebut. Kegiatan ini, seluruhnya dimaksudkan untuk meningkatkan rasa memiliki keluarga besar Kemenag Rohul atas Kemenag itu sendiri. Selain itu, dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan silaturrahim, rasa kekeluargaan, rasa persaudaraan, senasib sepenanggungan di antara keluarga besar Kemenag Rohul. Ajang ini diharapkan, dapat mempererat semua hubungan itu, uajrnya. Ahmad Supardi Hasibuan menjelaskan, kantor Kementerian Agama ini adalah Kementerian atau saat itu disebut Departemen, termasuk Kementerian yang paling awal berdiri, yang dalam bahasa agamanya disebut, Assabiqunal Awwalun. Kemenag ini lahir, hanya lebih kurang empat bulan setelah Indonesia merdeka. Kehadiran Kementerian Agama disadari, baik oleh Pemerintah maupun masyarakat, sangat penting dan urgent. Sejarah mencatat, kehadiran lembaga keagamaan sudah berurat berakar dalam khazanah budaya bangsa Indonesia, ujar Ahmad. Supardi juga menyatakan, siapapun orangnya di Indonesia ini, menyadari bahwa kehadiran Kementerian Agama, relevan masa dulu, relevan masa kini dan relevan di masa yang akan datang. Kantor Kementerian Agama telah menjadi lem perekat bangsa Indonesia, sehingga kita terhindar dari disintegrasi. Di negar-negara lain saat ini, agama telah menjadi penyebab terpecahnya bangsa-bangsa menjadi beberapa Negara kecil. Sedangkan di Indonesia, agama dalam hal ini Kementerian Agama telah menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, ujarnya. Untuk itulah, melalui peringatan HAB tahun ini, saya berharap agar dapat meningkatkan rasa memiliki kita semua terhadap Kementerian kita ini. Peringatan HAB jangan hanya ceremonial kosong belaka, tetapi hendaknya ada makna substantive yang dapat kita petik di dalamnya, pinta Hasibuan. (ash).