Rokan Hilir (inmas)- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir melalui Seksi Bimas Islam adakan kegiatan Pencegahan Kawin Usia Anak dan Penguatan Keluarga Muda, bertempat di Meeting Room Grand Hotel Bagansiapiapi, Sabtu, 4 Agustus 2018.
Dalam hal ini Ketua Panitia Kegiatan Indrawati mengatakan, Kegiatan ini di ikuti oleh peserta sebanyak 45 orang terdiri dari unsur sekolah/madrasah se- Kabupaten Rokan Hilir,โ Ujarnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Eokan Hilir, H. Agustiar sekaligus memberikan paparan. Menurut H. Agustiar Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman untuk mencapai generasi keluarga yang berkualitas. โsegala sesuatu bila ingin mencapai kesuksesan harus dibarengi dengan ilmu, termasuk menciptakan keluarga yang sukses, yang diistilahkan dengan SAMARA (sakinah, mawaddah, Rahmah),โ jelasnya.
Lanjut Kepala Kemenag Rohil mengatakan, Kegiatan ini untuk peningkatan kualitas kita sebagai generasi muda dalam rangka mencegah perkawinan muda. Katanya.
Menurutnya, ada enam Tipe wanita yang harus pikir pikir dulu bagi laki laki untuk menikahinya. Diantaranya Al Annanah (Wanita yang suka mengeluh dan mengadu), Al Mananah (Wanita yang suka mengungkit-ngungkit kebaikan dan jasanya), Al Hananah (Wanita yang suka menceritakan dan membanggakan orang di masa lalu), Al Haddaqah (Wanita yang berkeinginan belanjanya besar atau mudah tertarik dengan suatu barang / produk), Al Barraqah (Wanita yang suka berhias berlebihan), Asy Syaddaqah (Wanita yang suka nyinyir dan banyak bicara).
Enam unsur inilah sifat perempuan yang sifatnya mengatur pada rumah tangga. Maka dari itu, mulai dari sekarang di persiapkan rasa bersyukur dan mensyukuri, belajar rela, ikhlas, dan taat kepada orang tua. โOleh karena itu, saya berharap ikuti kegiatan ini dengan baik agar kita mendapatkan ilmu bagi kita sendiri untuk ke depan bagaimana cara-cara membina rumah tangga dan menjadi pengantin yang sakinah, mawadah dan rahmah,โ Harapnya.
Sementara itu Kasi Bimas Islam, H. Khairul dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya kegiatan ini para siswa bisa memahami pernikahan itu hanya sekali dilakukan. Maka dari itu pernikahan yang ideal mereka harus memiliki ilmu, Sumber daya manusianya, faktor ekonomi, dan mempersiapkan segala-galanya agar rumah tangga sakinah mawadah warahmah sesuai dengan harapan kita bersama. (Nsh)