Rokan Hilir (inmas)- Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melaksanakan survei Desa/Kelurahan sadar kerukunan dengan menugaskan tiga orang, Kasi Bimas Islam H. Khairul, Penyelenggara Kristen, Jon Ridwan Manik dan Inmas Kemenag Rohil di Kelurahan Bagan Batu Kota Kecamatan Bagan Sinembah selama dua hari, Selasa dan Rabu (29-30/1/2019).
Survei di Kelurahan Bagan Batu Kota Kecamatan Bagan Sinembah ini bertujuan untuk di ajukan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Riau untuk di tetapkan sebagai percontohan Desa Sadar Kerukunan tahun 2019.
Kakan Kemenag Rohil, H. Agustiar saat ditanya perihal penunjukan Kelurahan Bagan Batu Kota sebagai nominasi desa sadar kerukunan dPropinsii lingkungan Kanwil Kemenag Riau tidak datang tiba-tiba tetapi telah melalui penyaringan informasi dari berbagai pihak.
"Pertimbangannya antara lain karena pada Kelurahan tersebut terdapat berbagai umat beragama dan memiliki berbagai rumah ibadah, minimal empat, tidak pernah terjadi konflik sara,” ucapnya.
Ia berharap warga kelurahan Bagan Batu Kota tetap dapat menjaga harmonisasi kerukunan yang ada. Bahkan dia berharap warga mampu menjadi pioneer kerukunan pada wilayah yang lebih luas.
“Jangan sampai konflik yang berbau SARA yang sudah terjadi di beberapa tempat di Indonesia beberapa tahun yang lalu terjadi di Bagan Batu Kota, karena itu harus dijaga dengan sekuat tenaga dengan tetap menjaga keberagaman,” ucapnya.
Saat survei, Lurah Bagan Batu Kota, Riwan Syah, S.STP mengaku sangat bersyukur kelurahannya disurvey sebagai Desa/Kelurahan Sadar Kerukunan oleh Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir. Menurutnya warga desanya mampu mengemban amanah tersebut karena desa tersebut terbilang rukun dengan tingkat heterogenitas yang tinggi.
“mudah-mudahan setelah diajukan ke tingkat Provinsi nanti, Bagan Batu Kota benar-benar terpilih sebagai percontohan desa sadar kerukunan,” Riwan berharap.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, H. Khairul, S.Ag mengatakan desa kerukunan harus berkembang dinamis lebih jauh dari sekedar menjaga kerukunan tetapi mampu menyumbangkan kontribusi ekonomi bagi daerah.
"Bagan Batu Kota memiliki keanekaragaman baik budaya, suku, agama dan lain sebagainya. Semboyan Bhineka Tunggal Ika menurutnya menjadi tonggak dalam persatuan berbangsa dan bernegara sehingga kita tetap bersatu,” ungkapnya.
Ia menambahkan di era teknologi semangat persatuan semakin menipis. Di sejumlah media sosial banyak dimuat berbagai hal yang syarat dengan SARA, yang potensial mengganggu kerukunan umat beragama khususnya di Kab. Rohil.
Oleh karena itu, kata dia, kerjasama instansi pemerintah baik pemda maupun instansi vertikal sangat dibutuhkan.
"Melalui program Desa Sadar Kerukunan, kegiatan Kemenag akan sampai ke desa-desa. Tujuannya semakin mempertebal rasa persatuan dan kesatuan bangsa,” kata H. Khairul. (Nsh)