Rokan Hilir (inmas)- 18 orang Penyuluh Agama Islam (PAI), terdiri dari 3 PAI PNS dan 15 PAI Non PNS mengikuti pemilihan penyuluh agama Islam teladan tingkat kabupaten yang diselenggarakan Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam di Aula Kantor, Selasa (18/6/2019) kemarin.
Kegiatan tersebut mengusung tema memperkuat peran penyuluh agama Islam sebagai agen moderasi beragama dalam mempersatukan bangsa, dilaksanakan selama satu hari.
Kasi Bimas Islam, H. Khairul selaku penanggungjawab kegiatan menjelaskan, penyuluh yang mengikuti seleksi itu adalah penyuluh agama Islam PNS dan Non PNS dari 15 Kantor Urusan Agama.
โSeleksi PAI tahun ini adalah untuk pertama kali dengan cara mempresentasikan kegiatannya sebagai penyuluh dalam bentuk Power Point, gambar dan video kegiatan. pada tahun sebelumnya penyuluh yang akan mewakili kabupaten ditunjuk langsung oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir,โ ujarnya.
Sementara, lanjut H. Khairul, dewan juri seleksi berjumlah tiga orang, Kakkankemenag Rohil, H. Agustiar, Kasi Bimas Islam, H. Khairul dan Taubat Nasuha.
Adapun penilaian terdiri dari dokumen portofolio, video yang berisikan inovasi dan kreatifitas kepenyuluhan, visitasi dan presentasi karya inovatif.
Dari hasil seleksi, nantinya dua orang penyuluh terbaik tingkat kabupaten dari masing-masing kategori akan dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi di Pekanbaru.
Sebagai Infomasi jumlah penyuluh agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir yang PNS 4 orang jauh lebih banyak yang Non PNS. Setiap bulannya penyuluh non PNS mendapat instentif dari pemerintah melalui Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir sebesar Rp. 1 juta.
Kepala Kankemenag Rohil H. Agustiar saat membuka acara, dalam sambutannya mengingatkan bahwa penyuluh merupakan tempat bertanya serta ujung tombak Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Penyuluh sebagai tempat bertanya, mengadu bagi umat untuk penyelesaian masalah. Penyuluh harus memiliki kapasitas pengetahuan untuk memberikan solusi, karena penyuluh agama menjadi ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat dan paling sering bersentuhan dengan masyarakat," ungkapnya. (Nsh)