0 menit baca 0 %

Kemenag Rohil bekerjasama dengan Madani gelar Diklat manajemen masjid tahun 2019

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas)- Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) menggelar Pendidikan dan pelatihan (Diklat) manajemen masjid di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir pada hari Selasa (22/1/2019).Acara diawali dengan pembacaan Al-Qur...

Rokan Hilir (inmas)- Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) menggelar Pendidikan dan pelatihan (Diklat) manajemen masjid di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir pada hari Selasa (22/1/2019).

Acara diawali dengan pembacaan Al-Quran oleh Mariana, putri asli Kabupaten Rokan Hilir ini beberapa waktu lalu telah meraih juara satu dewasa putri pada MTQ ke 37 tingkat Provinsi Riau di Pekanbaru. Dan tahun 2019 ini akan mengikuti STQ tingkat nasional.

Ahlan wa sahlan (selamat datang) kepada mantan Kakanwil Kemenag Riau H. Ahmad Supardi, utusan Madani, Kepala Bidang Penaizawa, H. Saman beserta rombongan dan kepada seluruh peserta Diklat Manajemen Kemasjidan yang hadir.

Hal ini disampaikan Ketua panitia Hj. Siti Samiati saat memberikan sambutan atas nama ketua panitia diklat. Ia menambahkan, terima kasih kepada seluruh peserta yang begitu antusias menghadiri acara ini sehingga ruang aula kantor sesak.

“yang kami undanga 100 orang pengurus masjid namun yang datang diluar dugaan, lebih dari 100 orang,” ungkap Ketua Pokjaluh Kemenag Rohil.

Sementara Kakan Kemenag H. Agustiar saat membuka acara tersebut, ia mengatakan orang yang mencintai Rasulullah indikasinya adalah mencintai ulama, sebab para ulama adalah pewaris para nabi, dan dengan napak tilas jejak dakwah Rasulullah yang memulai segalanya dari masjid, maka mari kita benahi manajemen masjid dengan diklat ini.

“ikuti diklat ini dengan sungguh-sungguh, kegiatan ini sangat bermanfaat dan kegiatan ini jarang kita jumpai,” katanya.

H. Agustiar sangat menyambut baik kegiatan ini. Melanjutkan sambutannya Ia mengatakan hanya sedikit ilmu yang Allah berikan untuk manusia, dari yang sedikit itu kita hanya mendapat sedikit ilmu, maka jangan mudah menjustifikasi bahwa dakwah kita adalah dakwah yang paling benar, sebab bisa jadi ada referensi dakwah orang lain yang kita belum tahu, kecuali untuk ketetapan Allah yang sudah jelas, seperti jumlah rakaat shalat subuh.

“Ketika kita mendapatkan ilmu yang sifatnya furuiyah, khilafiyah atau pemahaman jangan lupa untuk tabayyun pada yang mengeluarkan pemahaman tersebut, sebab hasil ijtihad itu bisa jadi benar bisa juga kurang tepat, tetapi dengan cara ijtihad yang benar maka hasil ijtihad yang benar mendapat 2 kebaikan yang kurang tepat tetap mendapat 1 kebaikan,” imbuhnya.

Acara yang secara teknis dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kemenag Kabupaten Rokan Hilir ini berlangsung dialogis. Raut semangat tetap terpancar dari peserta maupun panitia. Guratan semangat di wajah-wajah peserta dan panitia yang hadir merupakan wujud kecintaan terhadap masjid, karena masjid bagi ummat islam ibarat titik kumpul solusi berbagai problema kehidupan.

Acara pembukaan diklat ditutup dengan pembacaan doa yang dipandu H. Tarmizi, Penyelenggara Syariah Kemenag Kabupaten Rokan Hilir dan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang pertama oleh Kakan Kemenag Kab. Rohil, H. Agustiar. (Nsh)