Jakarta (Inmas)- Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin memberikan penghargaan kepada Kakanwil Kemenag Riau Drs H. Ahmad Supardi Hs MA atas kinerja yang sangat baik di bidang Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Tingkat Nasional Tahun 2016 kategori Penetapan Staatus Pengguna PSP BMN, Kamis (27/10) pada Rapat Kerja Pengguna Anggaran (KPA) di Jakarta
Dalam sambutannya, Menag RI mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas peran semua pihak, sehingga kinerja Kemeang tahun ini mendapat penilaian terbaik, baik dari pemerintah maupun masyatakat.luas.
“Kepada seluruh KPA agar mempunyai perhatian meningkatkan kineja untuk mengembalikan Kemenag pada Opini WTP pada LKKA Tahun 2016. Semua KPA untuk fokus pada penyerapan anggaran yang masih banyak tersisa,” tegas Menag dihadapan suluruh KPA Kemenag yang hadir.
Ia menambahkan, tahun ini PNBP dari catatan nikah sekitar Rp1,2 Triliun, sehingga Kemenag tidak hanya sekedar Kementerian saja tapi juga dapat memberikan kontribusi kepada Negara. “Terkait dengan pungutan liar, semua usur pimpinan harus menandatangi komitmen ybtyj kembali ke WTP dan segera menyelesaikan temuan ITJEN dan BPK,” harapnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Prov Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Kasubag Perencanaan dan Keuangan, H Anasri S Ag M Pd, yang tengah mengikuti Raker KPA bersama 175 KPA Tahun 2016 menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sangat besar kepada pengelola BMN di lingkungan Kemenag Riau, mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten/ Kota, dan Satker MIN, MTSN/MAN se Riau, yang telah bekerja keras, ikhlas dan tuntas, sehingga mendapatkan penghargaan dari Menteri Agama Lukman Hasyim Saifuddin.
“Saya berharap agar kinerja ini ditingkatkan lagi, sehingga kinerja, prestasi dan prestise kita meningkat di mata publik. Dan yang paling penting kita dapat menjaga, memelihara dan mengadministrasikan BMN sesuai standar administrasi keuangan Negara,” harap Kakanwil Kemenag Riau yang baru dilantik beberapa waktu lalu.
Menurutnya, jika tahun ini prestasi Kemenag Riau pada bidang pengelolaan BMN, ke depan reward- reward yang lain, seperti penyajian Laporan Keuangan Berbasis Akrual dimana sekarang sedang menjadi indikator utama penilaian sebuah satker, mesti menjadi prioritas utama ditingkatkan.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, sebagaimana arahan menag, para operator yg sudah berpengalaman dan berdedikasi sekarang perlu dipertahankan. Bagi operator- operator satker yang masih dalam tahap mencari pengetahuan dan pengalaman, InsyaAllah akan difasilitasi dalam rangka pengembangan kapasitas mereka. Mudah-mudahan anggaran untuk program ini tersedia dan dapat dipertahankan,” ungkapnya penuh semangat. (mus)
