Batam (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, menekankan beberapa masalah yang harus jadi baban evaluasi pada Fase Pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Batam Tahun 1438 H/ 2017 M, Jumat (25/8/2017) yang dimulai pukul 09.30 WIB.
Hal tersebut diungkapkan Ahmad Supardi pada Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Embarkasi Batam Tahun 1438 H/ 2017 M di Asrama Haji Batam Center. Rapat dipimpin oleh oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau selaku ketua PPIH Drs H Marwin, dan dihadiri oleh kepala bidang di kepanitiaan, Imigrasi, perhubungan, Polri, penerbangan Arab Saudi, pihak Bandara Hang Nadim Batam, Kesehatan dan Kanwil Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan PLH Kabid PHU H Saifunnajar MH.
Dalam arahan Kakanwil Kemenag Riau, ia mengucapkan terimakasih kepada PPIH Embarkasi Batam yang telah sukses dan lancara memberangkatkan jamah tahun 1438 H/ 2017 M. Hanya sebagai bahan evaluasi untuk lebih baik kedapan, Kakanwil menekankan beberapa persoalan yaitu, diantaranya terkait biaya pemulangan di asrama haji, ke depan idealnya biaya tersebut tidak perlu lagi. Jamaah datang mendahului 1 hari, ia setuju sesuai saran dari pihak Kesehatan dalam upaya pemulihan jamaah. “Hanya ini perlu melihat kondisi waktu pemberangkatan oleh pihak penerbangan Arab Saudi,” jelasnya.
Terhadap jamaah bermasalah di daerah, harusnya dicut di daerah, sehingga tidak perlu lagi ada masalah di Embarkasi. Namun kalau terjadi di Embarkasi diharapkan ditangani secara bijak dan baik. “Perlu ada tempat dan panitia khusus untuk menangani permasalahan jamaah yang dianggap bermasalah, jadi tidak diselesaikan didepan orang ramai yang bisa menjatuhkan mental yang bersangkutan,” harapnya.
Total Jamaah Riau 5.064
Ahmad Supardi menyampaikan, jumlah jamaah Riau yang diberangkatkan musim haji 1438 H/ 2017 M sebanyak 5.064 orang jamaah. Petugas sebanyak 57 orang, dengan rincian TPHI 11 orang, TPIHI 12 orang, TKHI 11 orang, Medis 23 orang.
“Total JCH Riau ditambah petugas sebanyak 5.121 orang. Dan ada jamaah batal berangkat sebanyak 8 orang, 3 wafat dan sakit di daerah,” jelasnya.
Kakanwil Kemenag Provinsi Kepri yang juga Ketua PPIH Embarkasi Batam, Drs H Marwin, PPIH mengawali laporannya mengucapkan terima kasih atas tanggung jawab, kerja keras dan kerja cerdas semua pihak, khususnya Kementerian Agama, Pantia, Kesehatan, Kepolisian dan Instansi lainnya.
“Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, realisasi pemberangkatan ibadah haji, umumnya ontime bahkan ada yang lebih cepat. Kalaupun terjadi keterlambatan paling lama 4 hingga 28 menit, itu pun karena teknis penerbangan,” jelas Marwin dan mengatakan, pihak PPIH akan menerima masukan dan berupaya melakukan hal yang lebih baik lagi bagi jamaah.
Perlu Pemulihan Kesehatan Sebelum ke Tanah Suci
Sementara itu dari pihak KKP/ kesehatan menyampaikan, kesehatan jamaah perlu perbaikan ke depan. Jamaah dari daerah agar masuk asrama mendahului 1 hari, agar memberi kesempatan pemulihan kondisi kesehatan jamaah.
“Laporan dari Arab Saudi ada 300 orang lebih jamaah Indomesia di rawat di Madinah. Kebijakan Menteri Kesehatan tahun ini tidak menyediakan anggaran kesehatan bagi jamaah haji, karena adanya program BPJS. Di daerah dihimbau agar jamaah membawa BPJS,” jelasnya.
Sedangkan saran dari imigrasi, demi keamanan paspor agar diberi sampul. Jangan terjadi jauh perbedaan foto di visa dengan foto yang ada di paspor, perbedaan paling lama 6 bulan. (mus)
Bahan Saran Kanwil Kemenag Riau pada Rakor Evaluasi Pemberangkatan JCH Embarkasi Batam:
1. Adanya penambahan 1 orang setingkat pejabat dari Kanwil Kemenag Provinsi Riau sebagai Kepanitian Penyelenggaraan Pemberangkatan dan Pemulangan di Embarkasi Batam, dalam rangka meningkatkan koordinasi dan pemantauan permasalahan JCH selama di Embarkasi Batam.
2. Adanya ruang khusus untuk menginap dan sebagai Sekretariat serta mobil operasional untuk petugas Kanwil Kemenag Riau yang sedang melakukan koordinasi dan pemantuan JCH selama pemberangkatan dan pemulangan.
3. Biaya akomodasi pemulangan JCH Provinsi Riau di Nolkan/ dihapuskan.
4. Sebainya dihimbau seluruh JCH masuk Asrama Haji Batam mendahului 1 hari dari waktu keberangkatan dari tempat asal, agar mendapat kesempatan sama pembinaan JCH di Asrama Haji Batam. Karena pembekalan tersebut sangat memberi penyegaran dan pengaruh kuat dengan kondisi yang akan dihadapi JXH dua hari kemudian setelah berada di Tanah Suci.
5. Disarankan JCH Resti dan yang berusia lanjut agar tiba di asrama haji mendahului 1 hari dari jadwal keberangkatan agar mendapat kesempatan istirahat dengan kamar di bagian bawah/ lantai 1.
6. Tersedianya ruang khusus tertutup untuk kepentigan
introgasi lebih lanjut, bagi panitia saat elakukan pemeriksaan atau penyerahan
dokumen haji saat penerimaan kedatangan JCH, bilamana ditemukan diduga
bermasalah dengan hukum negara, seperti akan melakukan pencekalan, membawa
narkoba, terduga teroris, dan lain sebagainya. Dimaksudkan tidak mengganggu
ketenangan JCH lainnya. (*)