Kemenag Riau Taja Pembinaan Manajemen Masjid Berbasis SIMAS
Ringkasan:
Riau (Inmas)- Seiring perkembangan teknologi informasi, semua level kepentingan hidup masyarakat dituntut menggunakan alat-alat digital sebagai media pendataan dan pengelolan dalam rangka untuk mencapai target-target data yang akurat. Termasuk pengelolaan manajemen masjid dengan Sistem Informasi Mas...
Riau (Inmas)- Seiring perkembangan teknologi informasi, semua level kepentingan hidup masyarakat dituntut menggunakan alat-alat digital sebagai media pendataan dan pengelolan dalam rangka untuk mencapai target-target data yang akurat. Termasuk pengelolaan manajemen masjid dengan Sistem Informasi Masjid (SIMAS).
Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, Rabu (25/4/2018) usai membuka kegiatan Pembinaan Manajemen Masjid Berbasis SIMAS Tingkat Provinsi Riau Tahun 2018 di Grand Suka Hotel mengatakan, SIMAS sesuatu hal yang sangat diperlukan agar pengelolaan sekitar 18 ribu masjid di Riau dapat lebih baik.
“Ini penting, untuk itu maka Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Urais dan Binsyar menetapkan pengolahan masjid sebagai salah satu Rencana Kinerja Pemerintah (RKP) yang harus ditata sedemikian rupa, masjid kita diseluruh Indonesia sekitar 1 juta kalau Riau sekitar 18 ribu masjid, sehingga memang harus dikelola secara maksimal sesuai dengan manajemen modern tidak bisa lagi manajemen tradisional,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan manajemen modern karena memang jamaah sudah lebih pintar hingga S3 sehingga tidak mungkin imamnya tamat SD, secara pendidikan kan harus meningkat. Pengetahuan juga harus terupdate secara terus menerus dan salah satu yang bisa dilakukan untuk mengupdate pengetahuannya melalui orientasi- orientasi atau pun pembinaan pembinaan.
“Seperti pembinaan yang dilakukan oleh Urais, jika setahun 1 angkatan dengan 40 hingga 60 orang, maka butuh waktu yang lama untuk menuntaskannya. Untuk itu, peserta yang telah mengikuti orientasi hendaknya menularkannya dengan yang lain, baik secara langsung maupun melalui ceramah- ceramah, apalagi pada bulan Ramadhan,” harapnya.
Kasubdit Kemasjidan Direktorat Urais dan Binsyar Kemenag RI, Drs H Abdul Syukur, usai memberikan materi pada orientasi yang ditaja oleh Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau mengatakan, teknis pengelolaan masjid berbasis SIMAS dengan membuat aplikasi berbasis data base setiap tahun.
“Kita coba menyempernukan aplikasi data base pada SIMAS, setelah kita menyempurnakan aplikasi dan sekarang sudah bisa kita sampaikan kepada jamaah kita dengan mengadakan pelatihan pelatihan seperti mengadakan orientasi system informasi masjid berbasis SIMAS, diharapkan dengan adanya pelatihan seperti ini bisa di share ke pengurus pengurus masjid seluruh Indonesia. Aplikasi SIMAS berbasis android, bisa dibuka oleh semua jamaah, dan beberapa keistimewaan lainnya,” terangnya.
Kepala Bidang Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau, H Irhas MA menambahkan, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan didalam tata kelola kemasjidan, salah satunya agar tata kelola kemasjidan semakin mampu menjawab tantangan dan kebutuhan zaman pada saat ini.
“Masyarakat yang sudah sampai pada taraf yang lebih baik tentu kita ingin tata kelola kemasjidan ini berangsur semakin baik lagi,” harapnya.
Kasi Kemasjidan Drs Eka Purba selaku ketua panitia mengatakan, Pembinaan Manajemen Masjid Berbasis SIMAS Tingkat Provinsi Riau Tahun 2018 bertujuan untuk mensosialisasikan Instruksi Dirjen dengan nomor D:NOMOR 2/461 TAHUN 2014 untuk penerapan aplikasi SIMAS di setiap provinsi dan kabupaten di seluruh Indonesia.
“Kalau untuk peserta memang dari tahun ketahun meningkat, tahun kemaren ada 40 tahun ini alhamdulilah sampai 60 orang itu sudah mewakili di setiap Kabupaten, disamping itu juga kita mengundang teman- teman operator dari SIMAS yang ada di Kemenag Kabupaten/ Kota sampai tingkat kecamatan,” pungkasnya. (faj/anto)