0 menit baca 0 %

Kemenag Riau Taja Pembinaan ASN

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Bertempat di Aula lantai II Kanwil Kemenag Riau, Rabu siang (01/06) dilaksanakan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Riau. Acara yang dihadiri oleh para pejabat eselon III dan IV serta karyawan/ti ini dibuka langsung...

Pekanbaru (Inmas) – Bertempat di Aula lantai II Kanwil Kemenag Riau, Rabu siang (01/06) dilaksanakan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Riau. Acara yang dihadiri oleh para pejabat eselon III dan IV serta karyawan/ti ini dibuka langsung oleh Pgs Kanwil Kemenag Riau H Mahyudin MA didampingi Kabag TU HM Saman.

Kabag TU HM Saman menyampaikan pembinaan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja para pegawai. Harapannya para ASN mampu meningkatkan etos kerja serta pro aktif dan berdedikasi sesuai tusinya. Menurutnya Kemenag Riau dalam sistem pengawasan terhadap kinerja dan anggaran masih lemah.

Selanjutnya sesuai dengan aturan MenPAN RAB terkait dengan masalah jam kerja pegawai, bertepatan dengan Ramadhan pada bulan ini mendapatkan discount (pengurangan) jam. “Selama Ramadhan para pegawai yang bekerja selama lima hari, Senin – Kamis masuk pada pukul 08.00 WIB dan pulang pada pukul 15.00 WIB, kecuali untuk Jum’at jam pulang pukul 15.30 WIB”, ucapnya. Hal itu berguna untuk ASN agar lebih khusyuk dan banyak kesempatan melakukan ibadah sunnah lainnya pada bulan puasa.

“Disamping bekerja seperti biasa, selama Ramadhan bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak membaca Alquran”, saran Saman menambahkan.

“Bagi ASN yang non muslim diminta untuk dapat toleransi dan menghargai rekan kerja yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan”, pintanya.

Saman juga menyinggung masalah penyerapan anggaran pada Tahun 2016. Ditambahkannya penyerapan anggaran Kemenag secara nasional tahun 2013 memperoleh predikat memuaskan, sebagai terbaik ketiga dari seluruh instansi mencapai 92 %. Kemenag yang notabene satker terbesar  dianggap konsisten antara target dan capaian anggaran. Untuk itu diharapkan Kemenag kedepan, khususnya Provinsi Riau dapat mempertahankan eksistensinya dalam hal tersebut.

“Tak sedikit Kementerian lain yang satkernya jauh lebih lebih sedikit dari Kemenag menginginkan hal yang sama, berada pada predikat Kementerian yang mendapat opini WTP dari BPK”. WTP merupakan predikat terbaik yang diberikan oleh BPK kepada kementerian/lembaga negara lainnya. Peringkat di bawah WTP adalah WDP (Wajar Dengan Pengecualian)”, tandasnya.

Pada kesempatan yang sama Kasubbag Ortala Kepegawaian H Efrion Efni, menyampaikan tentang masalah rotasi dan mutasi di Kanwil Kemenag Riau. Dikatakannya bagi ASN yang ingin melakukan rotasi maupun mutasi harus melalui test /seleksi yang dilakukan oleh Pansel (Panitia seleksi).

“ Untuk rotasi yang mendapatkan penilaian buruk dalam hal kinerja, minimal setelah dua tahun baru bisa dipindahkan”, jelasnya.

Hal ini perlu dilakukan karena menguatnya tuntutan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dan arus tantangan yang semakin kompleks di era reformasi birokrasi, tutupnya. (vera)