Kemenag Riau Serahkan Bantuan Keagamaan untuk Masyarakat Melebung
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Pembangunan bidang agama memainkan peranan strategis dalam pembangunan nasional Indonesia. Peran strategis tersebut terbentuk karena agama mampu membentuk karakter dan perilaku positf masyarakat, meningkatkan motivasi, serta membatasi perilaku negatif masyarakat.
Pekanbaru (Humas)- Pembangunan bidang agama memainkan peranan strategis dalam pembangunan nasional Indonesia. Peran strategis tersebut terbentuk karena agama mampu membentuk karakter dan perilaku positf masyarakat, meningkatkan motivasi, serta membatasi perilaku negatif masyarakat. Untuk itulah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, berupaya membangun bidang keagamaan dengan terus memberikan perhatian dan bantuan pada daerah-daerah yang membutuhkannya.
Pada acara penyerahan hewan qurban untuk masyarakat Melebung di Masjid Al Hasanah RW 13 Melebung Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya, Kamis (18/11), Ka Kanwil Kemenag Riau juga menyerahkan bantuan kegiatan keagamaan berupa uang tunai Rp.5 juta. Dana tersebut diserahkan langsung kepada ketua RW 13 HM Nasir yang nantinya akan digunkan untuk kegiatan keagamaan, khususnya kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh kaum ibu-ibu.
"Bantuan ini untuk aktifitas keagamaan di Desa Melebung, khususnya kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh ibu-ibu, seperti BKMT dan lain sebagainya. Karena dari pengaduan masyarakat sekitar, aktifitas keagamaan kerap tersendat pada permasalahan anggaran," ucapnya.
Asyari menambahkan, masyarakat hendaknya pro aktif untuk mengusulkan dan melaksanakan kegiatan, khususnya kegiatan keagamaan dan pendidikan keagamaan. Karena pemerintah maupun kemenag setiap tahun menganggarkan dana untuk bidang keagamaan dan pendidikan yang cukup besar. "Masyarakat harus pro aktif untuk jemput bola dengan mengajukan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan," usulnya.
Ia mengungkapkan, spektrum pembangunan yang lebih essensial, agama memiliki fungsi edukatif atau mendidik, fungsi salvatif atau penyelamatan, fungsi profetik atau kenabian, fungsi integratif atau pemersatu, fungsi transformatif atau mengubah dan fungsi solutif atau pemecahan masalah. Fungsi- fungsi inilah yang saling bertukar peran sesuai dengan situasi dan kondisi sosial yang dihadapi.
"Berpijak dari pentingnya peranan agama dalam pembangunan bangsa Indonesia, maka pembangunan agama sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dengan pembangunan nasional. Untuk itu, penyelenggaraan pembangunan harus bersinergi dengan pembangunan di bidang keagamaan, sehingga bisa melahirkan masyarakat yang handal imtek dan imtag," harapnya. (msd)