0 menit baca 0 %

Kemenag Riau Salurkan Donasi Rp1,5 Miliar untuk Korban Bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh

Ringkasan: Riau (Kemenag) --- Jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau menyalurkan donasi sebesar Rp1,5 miliar kepada para korban bencana alam di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Donasi tersebut berasal dari seluruh jajaran Kemenag se-Provinsi Riau dan disalurkan langsung melalui tra...

Riau (Kemenag) --- Jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau menyalurkan donasi sebesar Rp1,5 miliar kepada para korban bencana alam di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Donasi tersebut berasal dari seluruh jajaran Kemenag se-Provinsi Riau dan disalurkan langsung melalui transfer ke masing-masing provinsi terdampak.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, saat Coffee Morning bersama perwakilan media massa, Kamis (18/12/2025).

Muliardi menjelaskan, penggalangan donasi dilakukan berdasarkan arahan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat yang terdampak musibah.

“Donasi ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar Kementerian Agama di Riau terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Alhamdulillah, sudah disalurkan langsung melalui transfer dari masing-masing Kemenag kabupaten/kota,” jelas Muliardi.

Ia menambahkan, selain bantuan dalam bentuk uang tunai, sejumlah madrasah di lingkungan Kemenag Riau juga memberangkatkan bantuan logistik ke lokasi bencana. Bahkan, Kemenag Kabupaten Rokan Hulu turut menyalurkan bantuan secara langsung ke wilayah Tapanuli, Sumatera Utara.

“Donasi yang terkumpul lebih kurang Rp1,5 miliar dalam kurun waktu satu bulan ini, dan hingga saat ini bantuan masih terus mengalir,” ungkapnya.

Menurut Muliardi, bantuan tersebut merupakan bentuk nyata empati dan solidaritas jajaran Kementerian Agama Riau kepada para korban bencana alam, sekaligus implementasi nilai-nilai keagamaan dalam membantu sesama.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan menjadi penguat semangat bagi mereka untuk bangkit kembali,” pungkasnya.