Riau (Inmas)-
Seksi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah menggelar Workshop
Pendampingan Kurikulum 2013 bagi Guru Madrasah Aliyah Angkatan I Tahun 2018 di Hotel Alpha Pekanbaru, 19- 21 September
2018.
Acara dibuka oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kabid Pendis H Asmuni MA, Dr Evi Yanti M Pd, dan H Rahmad Suhadi S HI M Pd dan dihadiri seluruh peserta kegiatan. Hadir sebagai narasumber Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Dirjen Pendis Kemenag RI Dr H Ahmad Hidayatullah M Pd, dan beberapa nara sumber lainnya seperti Endang Sutisnowati MM dan Dr Suwardi M Pd.
Kasubdit
Kurikulum dan Evaluasi Dirjen Pendis Kemenag RI Dr H Ahmad Hidayatullah M Pd memaparkan, sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan tentang implementasi kurikulum 2013 edisi revisi, maka Kemenag telah menetapkan beberapa kebijakan untuk memberikan ruang
gerak inovasi kreasi bagi warga madrasah untuk mencapai Visi Misi Madrasah
Hebat Bermartabat dan akan mengeluarkan 6 kebijakan terkait yang akan
disampaikan di Bengkulu. Salah satu diantaranya terkait dengan
inovasi perencanaan yang memenuhi prosedur dan komponen yang seharunya.
“Dengan demikian mulai
dari perencanaan, pengawasannya kita desain bagaimana Madrasah bisa berjuang, berkreasi dengan keterbatasan dengan kompetensi yang ada,” ujarnya.
Kakanwil
Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA usai membuka kegiatan mengatakan, Workshop Pendampingan
Kurikulum 2013 merupakan sebuah keharusan dilaksanakan agar tahun 2018 tidak ada lagi madrasah yang tidak melaksanakan
K13 mulai dari MI,
MTS dan MA.
“Oleh karena itu
saya berharap kegiatan ini bisa kita lakukan dengan sebaik-baiknya, apalagi narasumber
langsung dari
tingkat Nasional dari Kementrian Agama pusat dan beberapa pakar juga untuk
mengikuti acara ini oleh karena itu saya berharap kita bisa mengikuti acara ini
dengan sebaik-baiknya,” harapnya.
Ditambahkan Kabid Pendis H Asmuni MA, Kurikulum 2013 merupakan salah satu
upaya untuk peningkatan pemahaman terhadap
pelaksanaan K13, sehingga proses yang dilaksanakan oleh guru sesuai dengan kisi- kisi
ketentuan dalam K13.
“Kami
berharap pelaksanaan ini membuahkan hasil produk daripada kegiatan ini bukanlah
dapat diukur secara Kuantitatif tapi kita hanya dapat mengukur secara Kualitatif,” ujarnya.
Panitia penyelenggara, H Rahmad Suhadi S HI M Pd menyebutkan, kegiatan Workshop Pendampingan Kurikulum 2013 untuk guru Madrasah Aliyah angkatan pertama diikuti oleh 44 guru dari 12 Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau Tahun 2018.
“Narasumber kita dari pusat sebanyak 3 oarang, terdiri dari kasubid, kasi kurikulum Madrasah Aliyah dan dewan
pakar kementrian agama dan pendidikan selain dari dari kantor Wilayah seperti pak
kanwil dan Kabid,” jelasnya. (mus/faj)