0 menit baca 0 %

Kemenag Riau Beri Reward Penyuluh Agama Islam Teladan 2019

Ringkasan: Riau (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau melalui Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos M SI didampingi Kasi Penerangan dan Penyuluh Agama Islam H Asril MM menyerahkan penghargaan kepada pemenang Penyuluh Agama Islam (PAI) Teladan PNS dan Non PNS 2019 berupa uang pembinaan, piala dan sertifikat, Senin (5/8/2019...

Riau (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau melalui Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos M SI didampingi Kasi Penerangan dan Penyuluh Agama Islam H Asril MM menyerahkan penghargaan kepada pemenang Penyuluh Agama Islam (PAI) Teladan PNS dan Non PNS 2019 berupa uang pembinaan, piala dan sertifikat, Senin (5/8/2019) di Aula Kakanwil Kemenag Riau.

Pemenang Penyuluh Agama Islam Teladan 2019 kategori PNS  terbaik satu diraih oleh Hj. Nurleili Lubis dari Bengkalis, disusul Maryah, SHI dari Dumai dan Dra Hj Siti Samiati dari Rokan Hilir. Sedangkan untuk Penyuluh Agama Islam Teladan Non PNS terbaik satu diraih oleh H Eddi Amran, Lc, MA dari Pelalawan, kemudian Riffi Maulidri, S.PdI dari Kuansing dan Minarsih dari Indragiri Hulu.

HM Saman mengatakan, pemenag pertama baik PNS maupun non PNS akan diutus menjadi peserta pemilihan PAI Tingkat Nasional pada 19- 22 Agustus di Jakarta.

“Kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya yang menjadi syarat sebagai peserta PAI Nasional seperti portofolio, berkas prestasi maupun video singkat pembinaan umat di lokasi binaan.  Sehingga akan tergambar penyuluh- penyuluh yang memiliki inovasi dan kemampuan di lapangan,” ungkap Saman dan berharap agar utusan Riau bisa tampil yang terbaik.

Asril menambahkan, pemenag PAI Teladan 2019 telah melewati beberapa tahapan seleksi, termasuk diantaranya cakupan wilayah bidanaan, isi dan out put yang dihasilkan. “Untuk tingkat Nasional diantara persyaratannya adalah mengirimkan video pendek kegiatan penyuluhan, berkas presentasi dan portofolio,” jelasnya.

Sementara itu PAI Teladan PNS, Hj Nurleili Lubis, dalam menghadapi pemilihan tingkat Nasional ia telah mengirimkan semua berkas yang diminta oleh panitia pusat, tinggal menunggu verifikasi dari pusat.

“Untuk itu, kami mengharapkan dukungan dan doa semua pihak,  keluarga Kemenag Riau, setidaknya saya bisa masuk 6 besar,” ungkap wanita yang telah mengembangkan berbagai ide kreatif dan inovatif selama dirinya menjadi penyuluh, seperti bekerjasama dengan majelis taklim untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, membentuk lapak qonita, catering, marketing, nada dan dakwah, dan warung qonita dengan 250 anggota yang hasilnya didistribusikan untuk membantu panti asuhan dan muallaf. “Wilayah binaan saya mencakup 3 titik yang rutin, yaitu di panti anak yatim dan dhuafa,” ujarnya.

PAI Teladan Non PNS, H Eddi Amran Lc, MA juga menyebutkan, kelompok binaannya mencakup 3 kelompok, yaitu majelis taklim miftahul jannah (muallaf) untuk pembebasan buta aksara alqur’an,  majelis taklim darul iksan desa tertinggal dan Istana yatim duafha dan rumah tahfiz.

“Dengan reward ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan yang terbaik di masyarakat,” ungkapnya. (mus/ady)

Â