0 menit baca 0 %

Kemenag Riau Bagikan Sertifikat Halal Kepada Puluhan UMKM

Ringkasan: Riau (Inmas) Sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam mesukseskan UU No33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, Usaha Mikro Kelompok Menengah terima sertifikat halal dari Kanwil Kemenag Riau di aula mini Kanwil Kemenag Riau pada Jum at (22/12). Tampak hadir pada kesempatan itu Kaknwil Kemenag R...

Riau (Inmas) – Sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam mesukseskan UU No33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, Usaha Mikro Kelompok Menengah terima sertifikat halal dari Kanwil Kemenag Riau di aula mini Kanwil Kemenag Riau pada Jum’at (22/12). Tampak hadir pada kesempatan itu Kaknwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah Drs H Irhas MA, Humas dan Auditor LPPOM MUI Riau Khafzan, Pengurus Dharma wanita yang diketuai Dra Maryam Supardi dan 20 UMKM yang di Riau.

Kakanwil mengatakan kegiatan ini harus bisa dilaksanakan secara berkesinambungan, mengingat trend hari ini dan kedepannya, kehidupan beragama semakin membaik. “Jika dulu tahun 70-an orang tak terlalu peduli dengan merk produk halal, tetapi sekarang justru hingga anak anak muda belia sangat peka dengan kehalalan sebuah produk”, ungkapnya. Apalagi saat ini kita tengah memasuki masyarakat ekonomi ASEAN, maka produk produk halal dan hygienis yang menjadi unggulan kedepan memang menjadi daya tarik dan mendongkrak nilai jual sebuah produk juga. “Makanan itu harus halal dan thoyyib kalau dalam agama Islam, jangankan umat Islam, umat nashrani dan agama lain pun lebih cenderung meyakini mengkonsumsi produk yang punya label halal dan hygine secara pembuatan sekarang ini”, imbuhnya.

Ia mengharapkan kegiatan ini bisa digelar setiap tahun, lebih dari itu Kakanwil menghimbau agar para madrasah yang ada di Riau agar melakukan sistem swadaya. Misal pada madrasah Ibtidayyah negeri, MTsN, MA dan ditambah lagi dengan pondok pesantren dapat memanfaatkan dana intern yang ada untuk mengelola usaha kantin sekolah, contoh saja madrasah bisa menyisihkan dana BOS  ini sebanyak 2,5 juta rupiah untuk agar bisa dikembangkan lagi. “Jika ini bisa berjalan pada Tahun 2018, maka Tahun 2019 kita bisa masuk ke sekolah sekolah dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan seperti SD, SMP, SMK, jelasnya. Hal ini berguna untuk menjamin kehalalan sebuah produk, sebutnya memberi spirit.

Sementara itu Khafzan selaku Humas dan Auditor LPPOM provinsi Riau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kanwil Kemenag Riau, atas bantuan yang diberikan kepada UMKM atas protect jaminan sertifikasi halal ini kita memberikan suatu jaminan kepada semua umat, apapun umatnya baik itu Islam, Budha Hindu dan nashrani. Karena pada intinya, kita butuh yang halal, ucapnya.

Untuk itu diharapkan kepada seluruh UMKM agar bisa memastikan bahwa produk  yang diproduksi dapat dikelola dengan baik hygine secara konsisten. Ia mengaatakan pada saat melakukan verifikasi, apakah itu dari matrik bahannya, ataupun dari fasilitas produksi dan dari lingkungan tentu harus terlepas dari hal hal yang terkontaminasi dari babi. Kedua, ia mengajak para UMKM agar dapat memastikan produknya bersih dari lingkungan yang dekat. Karena untuk memproduksi suatu produk kita patut memperhatikan aspek kesehatannya juga, untuk itu perlu kebersihan dalam proses pembuatan sebuah produk.

Menanggapi hal itu Kepala Bidang Urais Drs H Irhas MA mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjadikan masyarakat kita agar patuh pada nilai nilai syari’at, salah satu bentuknya upaya mengkonsumsi pangan secara halal. “Apalagi ini pangan yang dibuat dan diolah masyarakat kita sendiri dengan produk lokal. Ia melihat hal ini tidak cukup dari dukungan dan upaya pemerintah saja, namun ada peran serta, kesungguhan dan kesadaran masyarakat dan pelaku UMKM untuk memperoleh produk yang halal dalam setiap produktivitasnya. (vera/eka/faj)