Kemenag Provinsi Riau Bantu Al-Quran ke Lapas Pekanbaru
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas) - Dalam rangka peringatan maulid nabi Muhammad Saw. 1434 H, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau melaksanakan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (lapas) anak dan perempuan Pekanbaru. Kunjungan itu diisi dengan penyerahan Al-Quran terjemah dan tafsirnya serta bu...
Pekanbaru (Humas) - Dalam rangka peringatan maulid nabi Muhammad Saw. 1434 H, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau melaksanakan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (lapas) anak dan perempuan Pekanbaru.
Kunjungan itu diisi dengan penyerahan Al-Quran terjemah dan tafsirnya serta buku Iqra’ dan juz Amma. Selain menyerahkan bantuan paket Al-Quran tersebut juga dilaksanakan tausiyah Agama yang disampaikan ustadz H. Suhardi, MA. Kamis (31/1).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Peaniszawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Hadir saat itu, Drs. H. Asmuni, MA mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, serta para kepala seksi di lingkungan Penaiszawa seperti H. Mudahar, H. Yasrif, H. Joni Hendra, H Suhardi dan beberapa pegawai penaiszawa lainnya.
Pada kesempatan itu, Drs. H. Asmuni, MA, selaku Kepala Bidang Urusan Agama Islam mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau mengucapkan terima kasih kepada pihak lapas Pekanbaru yang telah menyediakan waktu dan tempat sehingga Kanwil Agama Provinsi Riau bisa bertemu dan bersilaturrahim dengan penghuni lapas. Selain itu, Drs. Asmuni MA juga berharap kepada penghuni lapas agar memanfaatkan waktu dan tenaga selama dalam pembinaan.
“Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri. Tataplah masa depan dengan lebih baik. Setelah keluar dari sini nanti, azamkan niat supaya berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara,†kata Asmuni.
Sementara, pengurus lapas Pekanbaru menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang telah bersedia mengunjungi lapas Pekanbaru.
Suhendrik (22), narapidana yang dihukum 15 tahun kurungan akibat melakukan pembunuhan berencana memandang positif kegiatan ini karena kegiatan ini bisa menambah semangat mereka dalam menatap masa depan.
Pada kesempatan itu, Suhendrik berpesan kepada para remaja supaya jangan memperturutkan emosi saja dalam hidup ini. “Pikirkanlah masa depan. Kalau sudah di sini, semua orang insya Allah pasti menyesal,†kata Suhendrik di sela-sela kegiatan.
Dalam kesempatan itu, Suhendrik berazam untuk menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat setelah keluar dari lapas nanti. (ghp)