0 menit baca 0 %

Kemenag Pelalawan Gelar Penguatan Pokja Majelis Taklim: Dorong Sinergi dan Pemberdayaan Berbasis Masjid

Ringkasan: Pelalawan (Kemenag) Dalam rangka memperkuat kapasitas kelembagaan keagamaan di tingkat masyarakat, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan melalui seksi Bimas Islam menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim dengan mengangkat tema "Manajemen Kelembagaan, Penyusuna...

Pelalawan (Kemenag) — Dalam rangka memperkuat kapasitas kelembagaan keagamaan di tingkat masyarakat, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan melalui seksi Bimas Islam menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim dengan mengangkat tema "Manajemen Kelembagaan, Penyusunan Program Kerja, serta Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Majelis Taklim dan Masjid." Kegiatan yang berlangsung Senin (20/10/2025), di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kemenag Pelalawan ini dihadiri oleh Ketua BKMT Kabupaten Pelalawan beserta jajaran pengurus, para penyuluh agama Islam, serta pengurus masjid se-Kabupaten Pelalawan. Turut hadir dan memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Syafwan.

Hadir pula jajaran pimpinan Kemenag Pelalawan, di antaranya Kasubbag Tata Usaha M. Amin, Kasi Bimas Islam Iswadi M. Yazid, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Rizali, dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Aliadi. Selain itu, acara juga turut dihadiri oleh Wakil Ketua II Bidang Dakwah PW BKMT Provinsi Riau, Daharmi Astuti yang sekaligus menjadi narasumber dari kegiatan ini. Kegiatan ini digelar dengan tiga tujuan utama. Pertama, untuk meningkatkan kapasitas pengurus majelis taklim dan pengurus masjid dalam bidang manajemen kelembagaan serta perencanaan program kerja yang terstruktur. Kedua, untuk meningkatkan sinergi antara majelis taklim, pengurus masjid, dan Kementerian Agama dalam rangka optimalisasi pembinaan umat. Ketiga, guna memperkuat jaringan kerja dan membangun kelembagaan keagamaan yang visioner dan adaptif terhadap dinamika zaman.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC Noor Hana, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ricky Chandra, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Halima T. Setelah itu Ketua Panitia Yanto Subarkah, menyampaikan laporan kegiatan. Dalam sambutannya saat membuka acara, Kakan Kemenag Pelalawan Syafwan menekankan pentingnya peran majelis taklim sebagai lembaga pendidikan non-formal yang memiliki peran strategis, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda melalui peran aktif para ibu.

"Majelis taklim adalah kunci. Ini bukan hanya ruang pembelajaran agama, tetapi juga wadah pendidikan non-formal yang sangat efektif, terutama karena pesertanya mayoritas ibu-ibu yang berperan penting dalam mendidik anak-anak di rumah. Kita harapkan dari sinilah terbentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman keagamaan yang kuat",ungkapnya. Ia juga mengingatkan kepada para penyuluh agama Islam agar senantiasa menjalankan tugas pembinaan dengan penuh tanggung jawab. Setelah sambutan, doa dipimpin oleh Sudur. Selanjutnya, para narasumber menyampaikan materi yang sejalan dengan tema kegiatan, seperti membangun majelis taklim yang visioner melalui tata kelola organisasi yang baik, sinergi majelis taklim dan takmir mesjid dalam optimalisasi fungsi mesjid sebagai pusat pembinaan umat, bijak bermdia sosial: dakwah di era digital, dan majelis taklim sebagai mitra strategis penyelenggara zakat dan wakaf. Dalam sesi tersebut, para peserta juga aktif berdiskusi melalui sesi tanya jawab, yang dipandu oleh moderator Refna Hendrita.

Acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator, yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara majelis taklim, masjid, dan Kemenag sebagai mitra strategis dalam penguatan peran keagamaan di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa majelis taklim dan masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Melalui peningkatan kapasitas pengurus dan sinergi lintas lembaga, diharapkan akan lahir gerakan keumatan yang lebih adaptif dan solutif di tengah tantangan zaman.(dbs)