Kemenag Minta JH Rohul Pertahankan Haji Mabrur
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Sebagaimana diketahui bahwa 246 Jamaah Haji (JH) Rokan Hulu (Rohul) musim haji 1435 H/2014 M, yang tergabung pada kloter 5 bersama 179 JH Inhu dan 19 JH Kota Pekanbaru, hari Selasa kemaren (14/10/2014) telah tiba di Batam dan disambut langsung oleh Bupati Rohul Drs H Achmad MSi...
ROKAN HULU (KEMENAG) Sebagaimana diketahui bahwa 246 Jamaah Haji (JH) Rokan Hulu (Rohul) musim haji 1435 H/2014 M, yang tergabung pada kloter 5 bersama 179 JH Inhu dan 19 JH Kota Pekanbaru, hari Selasa kemaren (14/10/2014) telah tiba di Batam dan disambut langsung oleh Bupati Rohul Drs H Achmad MSi dan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA dan pada hari Rabunya (15/10/2014) telah tiba di Rohul dan semuanya telah sampai di rumah masing-masing.
Satu hal yang menjadi harapan dan doa kita semua, semoga mereka memperoleh predikat Haji Mabrur, sebab ini adalah predikat tertinggi bagi yang melaksanakan ibadah haji, dan untuk ini Nabi Muhammad SAW, secara khusus menjanjikan untuk mendapatkan Syurga, sesuai hadits beliau : Haji Mabrur tidak ada balasannya kecuali syurga.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasi Penyelenggara Haji H Elfalisman SAg, kepada wartawan berbagai media massa, Jumat (17/10/2014) di kantornya Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian.
Dikatakannya, sulit bagi kita untuk mendeteksi apakah seseorang yang melaksanakan ibadah haji, memperoleh Haji Mabrur atau tidak, sebab ini menjadi wewenang dari Allah SWT. Namun kita semua juga yakin bahwa haji mereka bukanlah Haji Mardud atau Haji yang tertolak. Setidaknya kita husnuzhzhan (berfikir positif/baik sangka) bahwa semuanya memperoleh predikat Haji Mabrur.
Ahmad Supardi lebih lanjut mengatakan, untuk memperoleh Haji Mabrur setidaknya diperlukan tiga hal. Pertama, pelaksanaan ibadah haji dilakukan sesuai dengan syarat dan rukunnya. Kedua, memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai esensial dari ritual ibadah haji. Ketiga, meningkatkan Hablum Minallah dalam bentuk ibadah ritual dan juga Hablum Minannas dalam bentuk kepedulian social.
Ketiga hal ini, haruslah menjadi hiasan hidup dalam bentuk perilaku sehari-hari bagi seseorang yang telah melaksanakan ibadah haji, sehingga hidup dan kehidupannya seluruhnya diperuntukkan untuk menjalin hubungan dengan Allah SWT dan hubungan antara sesame umat manusia, tegas Ahmad Supardi.
Menurut Ahmad Supardi lagi, untuk mewujudkan ini, maka diperlukan kerja keras dan kemauan keras, sehingga Haji Mabrur dapat dipertahankan dan bahkan dapat ditingkatkan pasca pelaksanaan ibadah haji. Jangan sampai, waktu di Makkah memperoleh Haji Mabrur, tetapi ketika pulang ketanah air malah menjadi Haji Mardud.***(Ash)