Meranti(Kemenag) — Kementerian Agama Kepulauan Meranti melalui Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rangsang Pesisir melaksanakan pembinaan keagamaan di Musholla Al-Munawarah, Desa Sokop, Rabu (19/11). Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Sulman, sebagai bentuk komitmen Kemenag menghadirkan layanan pembinaan umat hingga ke wilayah minoritas muslim.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan wakaf Al-Qur’an dari KUA Rangsang Pesisir kepada pengurus musholla. Wakaf ini bertujuan mendukung kebutuhan masyarakat muslim yang jumlahnya lebih sedikit di Desa Sokop, serta menjadi sarana belajar bagi para muallaf binaan yang terus mendapatkan pendampingan dari penyuluh agama.
Kakankemenag Meranti, Sulman, dalam arahannya menekankan pentingnya pemerataan layanan keagamaan bagi seluruh umat.
“Kami memastikan bahwa setiap warga, termasuk umat Islam yang minoritas di Desa Sokop, tetap mendapatkan layanan pembinaan. Kehadiran penyuluh adalah bentuk pendampingan agar masyarakat muslim, terutama para muallaf, merasa dibimbing dan diperhatikan,” tegas Sulman.
Selain pembinaan keagamaan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS) yang disampaikan oleh Kepala Subbag Tata Usaha sekaligus Plt. Kasi Bimas Islam, Misyamto. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencatatan perkawinan secara resmi.
“GAS ini mengajak masyarakat untuk memahami bahwa pencatatan nikah bukan sekadar administrasi, tetapi perlindungan hukum bagi pasangan dan anak. Tertib pencatatan nikah adalah bagian dari tertib beragama dan bernegara,” jelasnya.
Kepala KUA Rangsang Pesisir, Junaidi, berharap wakaf Al-Qur’an tersebut dapat memberi manfaat besar.
“Kami ingin Al-Qur’an ini digunakan sebagai bahan belajar membaca dan memahami agama, khususnya bagi para muallaf yang dibina di Desa Sokop,” ujarnya.
Kepala Desa Sokop, Irwan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Kementerian Agama terhadap warganya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kemenag Meranti dan para penyuluh yang hadir langsung di tengah masyarakat. Pembinaan seperti ini sangat dibutuhkan, terutama bagi warga muslim dan para muallaf yang perlu pendampingan. Kehadiran Kemenag ikut memperkuat harmoni antarumat beragama di Desa Sokop,” ujar Irwan.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam, Hardinata, menegaskan bahwa pembinaan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen mendampingi masyarakat muslim di Desa Sokop. Pembinaan ini diharapkan memperkuat pemahaman agama dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi jamaah maupun muallaf,” terangnya.
Desa Sokop merupakan desa dengan mayoritas masyarakat beragama Buddha, disusul oleh umat Islam sebagai kelompok terbesar kedua, dan umat Protestan sebagai kelompok terbesar ketiga. Meski berbeda keyakinan, kehidupan sosial masyarakat berjalan rukun dan penuh toleransi. Kemenag Meranti melalui para penyuluh terus mendorong penguatan moderasi beragama dan pemerataan layanan keagamaan di seluruh wilayah, termasuk desa minoritas muslim seperti Sokop. (t)