Riau (Inmas) ā Percepatan Reformasi Birokrasi di lingkungan Kemenag sudah menunjukkan perubahan siginifikan, sehingga meningkatkan kualitas Kemenag di tengah masyarakat. Pun, dalam pelaksanaan Seleksi SKB wawancara CPNS Kemenag Riau Tahun 2018 yang sudah digelar sejak dua hari yang lalu. Hari ke tiga ini Rabu, (20/12) masih berlangsung proses seleksi SKB wawancara CPNS di MAN 2 Model Pekanbaru.
Untuk itu Kemenag menyiapkan sistem aplikasi atau pengawasan guna memastikan pelaksanaan SKB berjalan secara transparan dan akuntabel.
Untuk diketahui, aplikasi ini diuji coba pada pertama kali diluncurkan yakni pada saat hari pertama pelaksanaan ujian SKB wawancara Tanggal 18 Desember ini. Adapun tim penguji berdasarkan aplikasi SKB terdiri dari Kemenag Pusat Kemenag RI 16 orang dan 18 orang tenaga profesional dosen dari UIN Suska Riau.
Menurut info yang diterima Tim Inmas Kemenag Riau,Ā aplikasi yang dirilis oleh Dirjen Pendis berupa aplikasi Seleksi Kompetensi Bidang dalam tahapan pelaksanaan CPNS 2018. Dikatakan oleh Andryadi Daulay MSi salah seorang tim Panlak CPNS Kanwil Kemenag Riau, bahwa aplikasi tersebut adalah suatu pembaharuan dalam rangka Reformasi Birokrasi untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta dalam Seleksi Kompetensi Bidang wawancara. āAplikasi ini memberikan pilihan secara online dimana aplikasi ini tingkat transaparansi dan akuntabilitasnya terjaminā, terangnya.
Yang menarik dari aplikasi ini adalah pada saat penguji mengentri nama peserta, akan muncul secara online sejumlah pertanyaan seputar komitmen berbangsa dan bernegara yang terdiri tiga pertanyaan, bagaimana hubungan antar agama yang terdiri dari dua pertanyaan, hubungan intra agama meliputi dua pertanyaan, peserta memiliki ketaatan beragama dan kepribadian yang baik dikemas dalam empat pertanyaan, dan terakhir memiliki karya pengabdian kepada masyarakat dan disiplin serta kinerja yang baik. Ini pun dikemas dalam tiga pertanyaan, lanjut Andrey.
Ia menuturkan dengan adanya aplikasi tidak akan tertutup kemungkinan terjadi perbedaan jenis dan model pertanyaan terhadap peserta. āBisa saja pertanyaan yang diberikanĀ kepada satu peserta dan peserta lainnya akan berbeda, dikarenakan saat entri nama peserta baru keluar secara otomatis pertanyaan untuk pesertaā, imbuhnya. āSetelah nilai peserta terkumpul dalam aplikasi ini maka akan langsung terkirim secara online ke admin pusat saat itu juga, dan tidak bisa dirubah maupun dipanggil kembali. Maka untuk itu dibutuhkan ketelitian dari sang penguji wawancara, urainya menjelaskan.
Selain itu, sambung Andrey aplikasi ini juga dapat mengunci waktu untuk peserta dalam hal pelaksanaan ujian SKB wawancara. Dalam waktu 30 menit waktu terus berjalan untuk satu peserta. āSuka tak sukaĀ dan siap tak siap peserta tertuntut untuk menyesuaikan kecepatan dalam menanggapi pertanyaan yang diberikan pengujiā, sebutnya.
Sebagai informasi pelaksanaan SKB untuk penguji wawancara di lingkungan Kakanwil Kemenag Riau dikerahkan 18 tenaga profesional dari UIN Suska. Sementara untuk praktek kerja sebanyak 39 otang dari tenaga profesionalĀ UIN Suska Riau. (Vera/Adi)