0 menit baca 0 %

Kemenag Kuansing Matangkan Pemetaan Pemondokan Tamu Hari Santri Provinsi Riau

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi menggelar rapat teknis pemetaan pemondokan untuk tamu-tamu kegiatan Hari Santri Provinsi Riau yang akan dipusatkan di Kabupaten Kuansing pada 22 Oktober 2025 mendatang. Rapat ini berlangsung di ruang multimedia Kantor Kemenag Kua...


Kuansing (Kemenag) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi menggelar rapat teknis pemetaan pemondokan untuk tamu-tamu kegiatan Hari Santri Provinsi Riau yang akan dipusatkan di Kabupaten Kuansing pada 22 Oktober 2025 mendatang. Rapat ini berlangsung di ruang multimedia Kantor Kemenag Kuansing pada Rabu (15/10/2025) dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kuansing, Suhelmon.

Turut hadir mendampingi Kepala Subbag Tata Usaha, Bakhtiar Shaleh serta Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis), Burdianto. Rapat ini merupakan bagian penting dari persiapan teknis penyelenggaraan Hari Santri Tingkat Provinsi yang akan melibatkan ribuan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Kuansing, Suhelmon menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapan seluruh elemen demi suksesnya acara berskala provinsi ini. “Kita harus memastikan semua tamu mendapat tempat yang layak dan nyaman. Pemondokan ini bukan sekadar fasilitas, tapi juga bentuk penghormatan kita terhadap tamu-tamu yang akan hadir. Kemenag Kuansing siap menjadi tuan rumah yang baik,” ujar Suhelmon.

Bakhtiar Shaleh juga mengingatkan agar proses pemetaan dilakukan secara teliti, dengan memperhatikan ketersediaan daya tampung, fasilitas dasar, serta jarak pemondokan dengan lokasi inti kegiatan. “Semua harus sesuai standar kenyamanan dan keamanan peserta,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pakis, Burdianto, menambahkan bahwa validasi data peserta dan tempat menginap menjadi prioritas. “Kita harus memiliki data yang akurat agar distribusi pemondokan bisa merata dan efisien. Jangan sampai ada peserta yang terlantar atau tidak mendapatkan informasi yang jelas. Oleh karena itu, koordinasi dengan panitia kabupaten dan kecamatan sangat penting,” tegas Burdianto.