0 menit baca 0 %

Kemenag Kuansing Dorong Guru PAI Jadi Teladan Melalui Internalisasi Asta Protas Kemenag

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Internalisasikan Asta Protas Kemenag bagi Guru PAI bukan hanya dalam kata, tetapi juga dalam sikap dan tindakan, demikian pesan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepala Labo...


Kuansing (Kemenag) “Internalisasikan Asta Protas Kemenag bagi Guru PAI bukan hanya dalam kata, tetapi juga dalam sikap dan tindakan,” demikian pesan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepala Labor bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang digelar di Aula SMPN 6 Teluk Kuantan, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini akan digelar selama 2 hari, mulai dari 12-13 November 2025, diikuti 120 guru PAI dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK ini diselenggarakan secara mandiri dan terbagi dalam tiga angkatan. Pelatihan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Dikpora Kuansing, Herizon (melalui Zoom), Kepala Lokadiklat Keagamaan Pekanbaru, Aprianto, Kasi PAPKIS Kemenag Kuansing, Burdianto, Ketua Bidang Diklat Keagamaan Pekanbaru, Ketua AGPAI beserta pengurus, serta Kepala SMPN 6 Teluk Kuantan.

Dalam sambutannya, Suhelmon menjelaskan bahwa Asta Protas Kemenag berisi delapan program besar Kementerian Agama yang diharapkan memberi dampak langsung, maka perlu diinternalisasikan oleh guru PAI dalam setiap aspek pendidikan. “Kuatkan performance sebagai pendidik, Guru PAI harus tampil dengan performance terbaik dan jadilah uswah bagi lingkungan sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suhelmon menekankan empat langkah penting dalam penerapan nilai-nilai Asta Protas di lingkungan sekolah. Pertama, guru PAI perlu menguatkan penampilan dan peran sebagai pendidik teladan. Kedua, menginternalisasikan nilai-nilai Asta Protas ke dalam materi pembelajaran PAI, agar setiap pelajaran agama mengandung pesan integritas, moderasi, dan tanggung jawab sosial. Ketiga, memperkuat kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang menjadi ruang aktualisasi nilai keagamaan siswa. Dan keempat, menjalin sinergi lintas sektoral dengan berbagai pihak untuk pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah. 

Sementara itu, Kadis Dikpora Kuansing, Herizon, yang berhalangan hadir karena tugas luar daerah, menyampaikan pesan melalui sambungan virtual. Ia mengapresiasi kegiatan yang berlangsung sebagai langkah nyata peningkatan kompetensi guru PAI. “Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, mengingat sekitar 30 persen siswa kita belum lancar membaca Al-Qur’an. Guru PAI berperan penting dalam memperbaikinya,” pesannya.

Senada dengan itu, Kepala Lokadiklat Keagamaan Pekanbaru, Aprianto, menyebut pelatihan ini merupakan bagian dari pengembangan pola pendidikan berbasis kompetensi sekaligus pemenuhan syarat sertifikat laboratorium guru. Ia berpesan agar peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, karena manfaatnya akan langsung terasa dalam proses belajar mengajar.

Kemenag Kuansing Dorong Guru PAI Jadi Teladan Melalui Internalisasi Asta Protas Kemenag

Kuansing (Kemenag) “Internalisasikan Asta Protas Kemenag bagi Guru PAI bukan hanya dalam kata, tetapi juga dalam sikap dan tindakan,” demikian pesan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepala Labor bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang digelar di Aula SMPN 6 Teluk Kuantan, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini akan digelar selama 2 hari, mulai dari 12-13 November 2025, diikuti 120 guru PAI dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK ini diselenggarakan secara mandiri dan terbagi dalam tiga angkatan. Pelatihan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Dikpora Kuansing, Herizon (melalui Zoom), Kepala Lokadiklat Keagamaan Pekanbaru, Aprianto, Kasi PAPKIS Kemenag Kuansing, Burdianto, Ketua Bidang Diklat Keagamaan Pekanbaru, Ketua AGPAI beserta pengurus, serta Kepala SMPN 6 Teluk Kuantan.

Dalam sambutannya, Suhelmon menjelaskan bahwa Asta Protas Kemenag berisi delapan program besar Kementerian Agama yang diharapkan memberi dampak langsung, maka perlu diinternalisasikan oleh guru PAI dalam setiap aspek pendidikan. “Kuatkan performance sebagai pendidik, Guru PAI harus tampil dengan performance terbaik dan jadilah uswah bagi lingkungan sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suhelmon menekankan empat langkah penting dalam penerapan nilai-nilai Asta Protas di lingkungan sekolah. Pertama, guru PAI perlu menguatkan penampilan dan peran sebagai pendidik teladan. Kedua, menginternalisasikan nilai-nilai Asta Protas ke dalam materi pembelajaran PAI, agar setiap pelajaran agama mengandung pesan integritas, moderasi, dan tanggung jawab sosial. Ketiga, memperkuat kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang menjadi ruang aktualisasi nilai keagamaan siswa. Dan keempat, menjalin sinergi lintas sektoral dengan berbagai pihak untuk pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah. 

Sementara itu, Kadis Dikpora Kuansing, Herizon, yang berhalangan hadir karena tugas luar daerah, menyampaikan pesan melalui sambungan virtual. Ia mengapresiasi kegiatan yang berlangsung sebagai langkah nyata peningkatan kompetensi guru PAI. “Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, mengingat sekitar 30 persen siswa kita belum lancar membaca Al-Qur’an. Guru PAI berperan penting dalam memperbaikinya,” pesannya.

Senada dengan itu, Kepala Lokadiklat Keagamaan Pekanbaru, Aprianto, menyebut pelatihan ini merupakan bagian dari pengembangan pola pendidikan berbasis kompetensi sekaligus pemenuhan syarat sertifikat laboratorium guru. Ia berpesan agar peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, karena manfaatnya akan langsung terasa dalam proses belajar mengajar.