Kuansing (Kemenag) -- Upaya memutus mata rantai peredaran narkoba di Kabupaten Kuantan Singingi kini memasuki babak baru. Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuansing resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Prekursor Narkotika dalam Rangka mewujudkan Lingkungan Madrasah Bersinar (Bersih dari Narkoba), pada Rabu (5/11/2025) di Aula Kantor Kemenag Kuansing.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Kemenag Kuansing, Suhelmon, dan Kepala BNNK Kuansing, Usril, sebagai bentuk komitmen moral dan kelembagaan untuk membangun benteng kesadaran bahaya narkoba di lingkungan pendidikan. Momen tersebut disaksikan oleh seluruh pejabat pengawas Kemenag serta para kepala madrasah se-Kuansing, menjadikannya simbol kuat kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika.
Dalam sambutannya, Suhelmon menuturkan bahwa Kemenag Kuansing manyambut baik kerjasama ini. “ Kemenag Kuansing siap bersinergi melalui madrasah-madrasah untuk kegiatan kolaboratif. Sebelumnya kami mengkampanyekan anti-bullying, anti-narkoba, dan anti-kekerasan dan sudah kami buktikan lewat penandatanganan bersama seluruh kepala madrasah saat kegiatan MATSAMA sebelumnya,” ujar Suhelmon.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut tidak hanya terbatas di lingkungan madrasah, namun juga akan dikembangkan ke berbagai unit kerja di bawah Kemenag, seperti KUA, Dharma Wanita Persatuan (DWP). “Kami ingin semangat pencegahan ini hidup di setiap lini, baik di lembaga pendidikan maupun pelayanan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BNNK Kuansing, Usril, mengapresiasi keterlibatan aktif Kemenag dalam upaya pencegahan narkoba. Ia menjelaskan bahwa BNNK Kuansing yang berdiri sejak 2013 merupakan satu dari sedikit lembaga BNNK yang ada di Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, selain di Pekanbaru, Dumai, dan Pelalawan.
“Tidak semua daerah memiliki BNNK. Karena itu, dukungan dari semua stakeholder sangat penting. Upaya pencegahan ini bukan hanya tanggung jawab BNN, tetapi tanggung jawab kita bersama, terutama di lingkungan pendidikan,” tegasnya.