Kampar (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kampar pada bulan ramadhan 1435 H/2014 M ini menurunkan sebanyak 205 mubaligh untuk memberikan tausiah atau santapan Ramadhan di mesjid dan mushalla. Disamping menetapkan jadwal giliran ceramah, Kemenag juga menetapkan judul santapan rohani ramadhan yang menjadi acuan setiap mubaligh bertugas.
Kakan Kemenag Kampar Drs H Fairus MA melalui staf Bimas Islam H Basri Rais mengatakan, jadwal tersebut sudah diatur sedemikian rupa, sehingga memudahkan bagi mubaligh dan pengurus mesjid dalam mengikuti kegiatan santapan rohani ramadhan setiap malam bulan puasa. “Kita minta mubaligh jadwal yang sudah disusun agar dicermati dan diikuti dengan baik. Demikian juga dengan pengurus mesjid dan mushalla agar selalu menelepon mubaligh yang bertugas di mesjidnya dan memastikan kehadirannya,” ujar Basri, jum’at (27/6) diruang kerjanya.
Mubaligh yang bertugas tersebut ditugaskan di wilayah Bangkinang dan sekitarnya. Sedangkan mesjid dan mushalla yang dikelola untuk santapan rohani ramadhan tahun ini sebanyak 64. Untuk kelancaran santapan rohani ramadhan, Kemenag Kampar memberikan petunjuk kepada mubaligh dan pengurus mesjid. Kepada mubaligh disarankan agar berpenampilan sederhana, rapi, bersih, ramah dan sopan dalam bertugas. Selalu konsultasi ke kantor kemenag Kampar dan selalu memperhatikan situasi dan kondisi jamaah. Besedia menggantikan rekan-rekan mubaligh yang berhalangan. Menyampaikan uraian sesuai dengan judul yang ditetapkan, singkat, padat dan mudah dipahami. Tidak boleh membicarakan masalah khilafiyah atau politik yang dapat menimbulkan perpecahan atau sentimen. Lama penyampaian antara 15 sampai 20 menit. Apabila berhalangan agar dapat mencari penggantinya kepada pengurus mesjid bersangkutan.
Kepada pengurus mesjid dan mushalla disarankan agar melaporkan mubaligh yang tidak hadir ke kantor Kemenag Kampar. Selalu berkoordinasi dengan Kemenag Kampar khususnya Bimas Islam. Untuk menghindari kekecewaan jemaah, hendaknya pengurus mesjid aktif menghubungi mubaligh sebelum bertugas. “Kepada mubaligh kami minta supaya bertanggung jawab dengan jadwalnya masing-masing dan menjalankan tugas dengan baik dan ikhlas,” ujar Basri Rais. (Ags)