0 menit baca 0 %

Kemenag Kampar Telah Melaksanakan Bimbingan Perkawinan sebanyak 180 Pasangan Catin

Ringkasan: Kampar (Inmas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar telah melaksanakan Bimbingan Perkawinan Pranikah sebanyak 180 pasangan Calon Pengantin (Catin). Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, didampingi Kasi Bimbingan Masyarakat Islam H Maswir MA, har...

Kampar (Inmas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar telah melaksanakan Bimbingan Perkawinan Pranikah sebanyak 180 pasangan Calon Pengantin (Catin). Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, didampingi Kasi Bimbingan Masyarakat Islam H Maswir MA, hari kamis (04/10/2018), diruang kerjanya.

Alfian mengatakan, Bimbingan perkawinan pra nikah bagi calon pengantin  atau sering juga disebut Kursus calon pengantin (Suscatin) merupakan salah satu program yang  digiatkan pada jajaran Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar. Alhamdulillah telah kita laksanakan sebanyak 6 angkatan. Setiap angkatan berjumlah 30 pasangan Catin atau sebanyak 60 orang. Ni berarti sudah 360 pasangan calon pengantin yang kita bombing, sebelum merek melakukan pernikahan.

Untuk diketahui Kegiatan Bimbingan Perkawinan merupakan program Kementerian Agama RI yang dibiayai dari  PNBP NR.  Dasar Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan  berdasarkan Keputusan Dirjen Bimas Islam No. 379/2018, tentang Petunjuk pelaksanaan Bimbingan Perkawinan Bagi calon Pengantin, dan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Nomor 2016 tahun 2018, tentang pelaksanaan bimbingan perkawinan pranikah bagi Calon Pengantin.

Bimbingan Perkawinan pra nikah bagi calon pengantin  ini adalah merupakan ikhtiar pemerintah melihat tingginya tingkat perceraian yang terjadi. Selain itu diharapkan Calon Pengantin (Catin) bisa membangun keluarga yang mempunyai pondasi yang kokoh,  karena banyak pasangan Catin yang belum tahu cara mengelola keluarga. Mudah-mudahan dengan kegiatan yang kita laksanakan ini diharapkan dapat menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah, tutup Alfian. (Ags/Usm)