0 menit baca 0 %

Kemenag Kampar Serahkan SK PAI Non PNS Sekaligus Silaturrahmi Dengan Anggota Komisi V DPR RI

Ringkasan: Kampar (Inmas) Dengan telah keluarnya Surat Keputusan (SK) Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar menyerahkan SK tersebut, sekaligus silaturrahmi dengan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan bersama Bupati Kampar, hari senin (18/02/202...

Kampar (Inmas) – Dengan telah keluarnya Surat Keputusan (SK) Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar menyerahkan SK tersebut, sekaligus silaturrahmi dengan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan bersama Bupati Kampar, hari senin (18/02/2020) di Aula Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.

Alfian dalam acara tersebut mengatakan, dalam mendapatkan SK PAI non PNS ini melalui tahapan yang cukup panjang dan peminat yang cukup banyak. Dari 400 lebih calon PAI non PNS, yang diterima hanya sebanyak 162 orang saja. 162 inilah yang kita serahkan SK-nya pada hari ini.

Dalam penyerahan SK ini, kita sengaja mengundang Anggota Komisis V DPR-RI, yang juga merupakan Ustadz kondang yang berasal dari Kab. Kampar yakni H Syahrul Aidi Maazat LC MA, Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Prov. Riau dan Bapak Bupati Kampar. 

Kita sengaja mengundang mereka dalam rangka memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh PAI non PNS kita, agar dalam melaksanakan tugas mereka bisa bekerja dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama. Karena Penyuluh Agama Islam ini merupakan ujung tombak di setiap Kecamatan dalam membarikan pencerahan kepada masyarakat, tegas Alfian.

Sementara itu, Anggota Komisis V DPR-RI H Syahrul Aidi Maazat LC MA, dalam kesempatan tersebut merasa bangga dan bahagia karena bisa berkumpul dengan seluruh Penyuluh Agama Islam di Kab. Kampar. Untuk itu beliau mengajak kepada seluruh penyuluh untuk tampil di tengah-tengah ummat dalam memberika pencerahan dan mampu menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat. “sebagai seorang mubalig kita harus mampu memberikan solusi ditengah masyarakat”, ujarnya.

Menurut Syahrul Aidi, banyak problem ditengah masyarakat kita yang jarang mendapat pemahaman dari Mubalig, contoh persoalan ekonomi, para mubalig harus mampu memberikan penjelasan bagaimana keluar dari kemiskinan, Persoalan kemiskinan ini menjadi masalah di tengah masyarakat kita.

Pemahaman dalam perekonomian sangat jarang  dibahas, oleh karna itu melalui Penyuluh Agama Islam ini kita harus bersama sama peduli agar pemahaman  ini memberikan pencerdasan kepada masyarakat.

Kemudian Syahrul Aidi juga mengajak seluruh elemen masyarakat terutama PAI ini untuk lebih peduli kepada masyarakat miskin. Dimasjid selama ini kebanyakan hanya menyediakan kotak Infak untuk anak yatim, sedangkan untuk Fakir Miskin tidak ada. Oleh karena itu, kedepannya kita perlu memperhatikan fakir miskin ini. Karena bagaimanapun hebatnya amal ibadah kita, tapi disekelilng kita masih ada orang yang kelaparan, itu semua tidak ada artinya.

Untuk itu, perhatian sosial ekonomi masyarakat sangat penting untuk kita galakan. Baik itu melalui kotak infak  di masjid-masjid atau kepedulian pribadi kita kepada masyarakat miskin. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama, agar kita tidak termasuk orang-orang yang mendustakan Agama, pungkas Syahrul Aidi. (Ags/Usm/Mjs)