Kemenag Kampar Salurkan 3,5 M Dana Hibah Untuk Masjid dan Mushalla
Ringkasan:
Kampar (Humas) – Pada tahun anggaran 2012, Kantor Kementerian Agama kab. Kampar menerima dana hibah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar sebesar 3,5 Milyar yang akan disalurkan kepada masjid-masjid dan mushalla-mushalla yang ada di Kabupaten Kampar.
Kampar (Humas) – Pada tahun anggaran 2012, Kantor Kementerian Agama kab. Kampar menerima dana hibah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar sebesar 3,5 Milyar yang akan disalurkan kepada masjid-masjid dan mushalla-mushalla yang ada di Kabupaten Kampar. Hal tersebut disampaikan oleh Ka.Kankemenag Kab. Kampar, Drs H Fairus MA melalui Kasi penamas, H Sasra Putra MA, di ruang kerjanya, Rabu (30/05).
Lebih lanjut Sasra menambahkan, bahwa dana hibah ini merupakan salah satu bentuk kepercayaan dan kerja sama dari Pemerintah Kabupaten Kampar kepada Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Di samping itu, hibah ini juga dimaksudkan untuk efektifitas penyaluran mengingat data base tentang masjid dan mushalla itu ada di Seksi Penamas Kantor Kementerian Agama.
Sebagai bagian dari proses penyaluran dana hibah tersebut, saat ini sedang dilaksanakan penerimaan Proposal dari pengurus masjid atau mushalla. Dalam proposal tersebut harus dicantumkan Photo Copy Akta Ikrar Wakaf, Rekomendasi dari Camat setempat, susunan pengurus yang diketahui Lurah/Kepala Desa, Rencana Penggunaan Anggaran, Photo keadaan masjid, denah lokasi masjid dan permohonan pengurus masjid yang diketahui lurah dan ditujukan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Setelah proposal terkumpul akan dilaksanakan verifikasi oleh tim yang telah dibentuk. Data yang masuk akan disesuaikan dengan data masjid dan mushalla yang ada di Seksi Penamas. Apabila tidak ada terdaptar dalam data base yang ada di Seksi Penamas, akan dilaksanakan pengecekan ke lokasi dengan berpedoman kepada Denah Lokasi yang telah dicantumkan.
Melalui bantuan ini juga diharapkan kaum muslimin semakin terpancing untuk berinfaq dan mengimarahkan masjid atau mushalla, bukan sebaliknya, dengan bantuan ini masyarakat jadi merasa tergantung dengan bantuan pemerintah untuk membangun tempat ibadah sehingga membuat semangat berinfaq dan bersedekah semakin berkurang, demikian Sasra menutup penjelasannya. (sym)