Tembilahan (Kemenag) – Pekan Ragam Budaya Festival Seni Budaya Banjar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resmi dibuka oleh Bupati H. Herman pada Minggu (02/11/2025) di halaman Gedung Multiyears Tembilahan. Acara yang ditaja oleh Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) bekerjasama dengan Disparporabud Kab. Inhil ini menjadi momentum penting untuk merawat serta mengembangkan warisan budaya, sekaligus mempererat hubungan antar masyarakat.
Tidak hanya dihadiri unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati,
Kepala OPD, dan Ketua TP. PKK, acara kebudayaan ini juga mendapatkan dukungan
serta kehadiran dari instansi vertikal. Kantor Kementerian Agama (Kemenag)
Kabupaten Inhil turut berpartisipasi dan diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha H.
Indra Sabarianto.
Kehadiran perwakilan Kemenag Inhil ini menegaskan peran
aktif instansi tersebut dalam mendukung kegiatan yang bertujuan memperkuat
kohesi sosial dan melestarikan budaya di tengah masyarakat majemuk. Kemenag
Inhil memandang kegiatan ini sejalan dengan upaya pembinaan umat dan kerukunan
beragama di Inhil yang dikenal kaya akan keberagaman etnis.
H. Indra Sabarianto menyampaikan apresiasinya atas
terselenggaranya festival ini, yang menjadi wadah positif bagi masyarakat untuk
berekspresi sekaligus menjaga identitasnya.
"Kami dari Kementerian Agama Inhil sangat mengapresiasi
dan mendukung penuh pelaksanaan Pekan Ragam Budaya Festival Seni Budaya Banjar
ini," ujar H. Indra Sabarianto. "Kegiatan ini adalah cerminan dari
harmoni dan toleransi yang telah lama terjalin di Inhil. Sebagaimana pesan
Bapak Bupati, kita harus terus menjalin silaturahmi dan menghindari
pengkotak-kotakan. Kemenag akan selalu berada di garda terdepan untuk mendukung
setiap upaya yang memperkuat kerukunan antar suku dan umat beragama."
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Indragiri Hilir H.
Herman menekankan bahwa festival ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah
daerah dalam melestarikan budaya. Beliau juga mengajak seluruh elemen
masyarakat, baik suku Banjar maupun suku lainnya, untuk terus menjaga
silaturahmi.
Kegiatan yang disaksikan oleh ratusan masyarakat ini
diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang berkontribusi dalam pembangunan
karakter dan pariwisata daerah. (Ria)