Tembilahan (Kemenag) - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan kesiapan penuh untuk memperkuat peran institusi pendidikan di bawah naungannya, khususnya madrasah, dalam mendukung upaya penanganan dan percepatan penurunan stunting. Hal ini ditegaskan menyusul dibukanya kegiatan Publikasi Stunting Advokasi Lintas Sektor oleh Bupati Inhil, H. Herman pada Jumat (28/11/2025) di Kantor Bappeda Inhil.
Kegiatan advokasi yang menghadirkan seluruh komponen lintas sektor, mulai dari OPD, TP PKK, hingga akademisi, tersebut menjadi penegasan dari Pemerintah Kabupaten bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu dan menyeluruh.
Dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh staf Pendidikan Madrasah Kemenag Inhil, Riska Solia, terungkap bahwa sektor agama memiliki peran strategis, khususnya dalam ranah edukasi dan pencegahan dini. Madrasah, sebagai salah satu institusi pendidikan agama, dianggap vital dalam penyebaran informasi kesehatan reproduksi dan gizi seimbang kepada generasi muda.
Staf Pendidikan Madrasah Kemenag Inhil, Riska Solia, menyampaikan bahwa Kemenag Inhil berkomitmen untuk mengintegrasikan isu stunting ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler di madrasah-madrasah.
"Kami menyambut baik arahan Bapak Bupati mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor ini. Kemenag Inhil, melalui jalur pendidikan madrasah, siap menjadi garda terdepan dalam sosialisasi pencegahan stunting," ujar Riska Solia usai kegiatan.
"Edukasi kesehatan reproduksi dan gizi seimbang harus mulai ditanamkan sejak dini. Kami akan memaksimalkan peran guru-guru madrasah, bahkan hingga Kantor Urusan Agama (KUA) yang bersentuhan langsung dengan calon pengantin, untuk memastikan pemahaman tentang pencegahan stunting ini tersampaikan dengan efektif," tambahnya.
Riska Solia juga menekankan bahwa penanganan stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkelanjutan. Keterlibatan Kemenag merupakan wujud nyata dukungan terhadap Gerakan Indragiri Hilir Atasi Stunting (GINTAS) yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Inhil, Hj. Katerina Susanti.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Inhil dapat mencapai target yang telah ditetapkan, menciptakan generasi muda yang sehat dan unggul di masa mendatang. (Ria)