0 menit baca 0 %

KEMENAG INHIL IKUTI RAKOR BOS PONPES SALAFIYAH SE RIAU

Ringkasan: Tembilahan (Inmas) Kantor kementerian agama kabupaten Indragiri hilir mengutus 3 orang peserta untuk mengikuti rapat koordinasi BOS pondok pesantren salafiyah se provinsi Riau tahun 2018 yang dilaksanakan oleh bidang PAKIS  bertempat di Hotel Camabaio (hotel Zaira) dari tanggal 19 April 2018 sampai...

Tembilahan (Inmas) Kantor kementerian agama kabupaten Indragiri hilir mengutus 3 orang peserta untuk mengikuti rapat koordinasi BOS pondok pesantren salafiyah se provinsi Riau tahun 2018 yang dilaksanakan oleh bidang PAKIS  bertempat di Hotel Camabaio (hotel Zaira) dari tanggal 19 April 2018 sampai 22 April 2018.

Acara tersebut diikuti oleh 8 orang kasi dan 8 orang operator kabupaten/kota serta 24 pimpinan pondok pesantren Salafiyah yang ada di provinsi Riau, dari Indragiri Hilir diwakili H.Hairuddin Kasi PDPontren, Bakhtiar Staf PDPontren dan Ust Tapsiruddin Pimpinan Ponpes Salafiyah Asyfaul Islamiyah Desa Cahaya Baru Kecamatan Mandah,m rakor BOS kali ini mengusung tema” Optimalisasi Dana BOS guna meningkatkan kualitas santri, tenaga pendidikan dan kependidikan”.

Kakanwil Kemenag H.Ahmad Supardi dalam acara tersebut menyatakan bahwa beliau bisa saja mewakilkan ke pejabat lainnya untuk hadir dalam acara ini, akan tetapi tidak dilakukan  karena acara ini kegiatan yang sangat penting “Saya harus bertemu dengan kawan-kawan karena kawan-kawanlah yang mengeksekusi program saya” beliau juga menyatakan bahwa pondok pesantren mempunyai peran yang sangat besar terhadap perkembangan bangsa ini. Beliau juga menyampaikan informasi bahwa kedepan nantinya  urusan pondok pesantren akan ditangani oleh dirjen tersendiri.

Dalam kesempatan ini kakanwil melakukan cek dan ricek terhadap pencairan dana BOS, sejauh mana telah dicairkan, dan bila belum cair, dimana kendalanya. “Usahakan secepatnya karena inilah salah satu cara kita bantu pondok pesantren” beliau juga menekankan  perlunya diperhatikan pengadministrasian dana BOS yang meliputi sk tim bos, sk alokasi bos, perjanjian kerja dan evaluasi BOS.

Hal senada juga disampaikan kabid Pakis H.Fairus, “Membayarkan sesegera mungkin dana BOS, dengan dana inilah kita membantu operasional pondok Pesantren” beliau juga menekankan bahwa dari kondisi saat ini “Ulama hanya akan lahir dari pondok pesantren salafiyah”, beliau juga menyatkan bahwa “ Fikiran saya terusik karena ada 3 kabupaten di Riau yang belum ada pondok pesantren salafiyah” beliau juga menyampaikan idenya agar setiap pondok pesantren ada program tahfidz Qur’an dan tahfidz Hadits. Dalam akhir pernyataannya “Mari kawan-kawan kita bersinergi, saya ingin tiap kabupaten , salafiyah kita semakin baik”Sementara itu H.Hairuddin Kasi PDPontren kemenag kab. Inhil menyatakan bahwa kemenag kab. Inhil telah mencairkan dana BOS pondok pesantren salafiyah untuk 6 bulan. (Yar)