Tembilahan (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) secara resmi mengeluarkan himbauan untuk menggalang donasi guna membantu korban musibah banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan beberapa provinsi lainnya pada Selasa (2/12/2025). Bencana alam tersebut dilaporkan telah menyebabkan korban jiwa serta kerugian besar, termasuk kerusakan pada lembaga pendidikan keagamaan dan tempat ibadah.
Himbauan ini tertuang dalam surat yang ditujukan kepada
seluruh jajaran di lingkungan Kemenag Kab. Inhil, mulai dari Kepala Subbag Tata
Usaha, Para Kasi dan Penyelenggara, Kepala KUA, Pengawas, Kepala Madrasah
Negeri/Swasta (RA, MI, MTs, MA), Pimpinan Pondok Pesantren, hingga seluruh
Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Inhil.
Kepala Kemenag Kab. Inhil, Harun, menyampaikan bahwa aksi
kemanusiaan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretariat Jenderal
Kementerian Agama RI Nomor 5818/SJ/B.VI/Kp.01.2/11/2025 tertanggal 28 November
2025.
“Bersama ini kami menghimbau Saudara/Saudari untuk dapat
memberikan bantuan secara ikhlas dan sukarela guna meringankan beban
saudara-saudara kita yang terdampak,” demikian bunyi salah satu poin dalam
surat edaran tersebut.
Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui Tim Tanggap
Darurat Kementerian Agama RI (Biro Umum Sekretariat Jenderal) dengan mekanisme
transfer ke Bank Syariah Indonesia, Nomor Rekening 7121241697, atas nama
“TANGGAP DARURAT KEMENAG”.
Batas waktu penerimaan bantuan oleh Tim Tanggap Darurat
ditetapkan hingga tanggal 22 Desember 2025. Untuk memudahkan pendataan, para
donatur yang telah melakukan transfer diimbau untuk mengirimkan bukti transfer
kepada narahubung yang ditunjuk: Sdri. Ela Nurlela (0852-6466-1856) untuk
pengiriman dari Madrasah dan Pengawas, serta Sdra. Hendri Candra (0813-2491-6613)
untuk KUA, Pimpinan Pondok Pesantren, dan ASN.
Ketika dikonfirmasi, Harun menekankan bahwa inisiatif donasi
ini adalah perwujudan dari nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas yang
dijunjung tinggi oleh keluarga besar Kementerian Agama.
“Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di beberapa
provinsi adalah duka kita bersama. Ini bukan hanya tentang materi, tetapi
tentang kepedulian. Kami mengajak seluruh jajaran Kemenag Inhil, dari pimpinan
madrasah hingga ASN, untuk menunjukkan empati dan gotong royong dengan
berpartisipasi dalam donasi ini secara sukarela dan ikhlas,” tegas Harun.
Ia juga menambahkan, “Setiap rupiah yang disalurkan melalui
rekening ‘TANGGAP DARURAT KEMENAG’ akan sangat berarti untuk membantu pemulihan
dan meringankan beban mereka yang kehilangan harta benda, bahkan tempat ibadah
dan pendidikan. Mari kita jadikan akhir tahun ini momentum untuk berbagi dan
peduli.” (Ria)