Indragiri Hulu (Kemenag) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina akibat konflik berkepanjangan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Darwison, menyerahkan bantuan solidaritas sebesar Rp15.445.000 kepada Yayasan Duta Amal Nusantara pada Selasa (28/10/2025). Dana tersebut merupakan hasil sumbangan sukarela seluruh pegawai Kemenag Indragiri Hulu yang digalang selama beberapa pekan terakhir sebagai wujud empati dan solidaritas kemanusiaan.
Dalam kesempatan itu, Darwison menyampaikan bahwa gerakan penggalangan dana ini bukan sekadar aksi sosial, melainkan juga refleksi nilai-nilai keagamaan yang menanamkan rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama, tanpa memandang batas negara. Menurutnya, semangat gotong royong dan solidaritas ini harus terus dijaga, terutama di tengah situasi dunia yang semakin kompleks dan penuh tantangan kemanusiaan.
“Bantuan ini memang tidak besar, namun memiliki makna yang dalam. Ini adalah simbol kepedulian dan doa dari masyarakat Indragiri Hulu, khususnya keluarga besar Kemenag, bagi saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang mempertahankan hidup,” ujar Darwison.
Ia menambahkan bahwa langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sosial di kalangan ASN untuk terus berperan aktif dalam aksi kemanusiaan, baik di tingkat lokal maupun global. “Pegawai Kemenag harus menjadi teladan dalam menebar nilai kebaikan dan kepedulian. Inilah wujud nyata moderasi beragama—yakni kepekaan terhadap penderitaan manusia dan komitmen terhadap keadilan,” lanjutnya.
Perwakilan Yayasan Duta Amal Nusantara menyambut baik bantuan tersebut dan memastikan dana yang terkumpul akan disalurkan secara langsung kepada lembaga mitra kemanusiaan di Palestina. Bantuan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pangan, medis, dan perlindungan bagi warga sipil yang terdampak konflik.
Inisiatif ini tidak hanya berdampak bagi masyarakat Palestina, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif di lingkungan Kemenag Indragiri Hulu tentang pentingnya solidaritas global. Melalui aksi kemanusiaan ini, Kemenag menunjukkan bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun empati lintas batas, sekaligus memperkuat karakter ASN yang berorientasi pada kemaslahatan umat.