0 menit baca 0 %

Kemenag harus ambil alih tugas BSNP dalam penyusunan Soal USBN

Ringkasan: Riau ( Inmas) Sebagai Instansi yang juga berkecimpung dalam dunia Pendidikan, Pelaksana Tugas harian Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, turut hadir sebagai Narasumber pada Penyusunan Soal Berstandar Nasional Pendidikan Agama Kristen di Hotel Ameera- Pekanbaru, Rabu 13 Februari 2019.Acar...

Riau ( Inmas) Sebagai Instansi yang juga berkecimpung dalam dunia Pendidikan, Pelaksana Tugas harian Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, turut hadir sebagai Narasumber pada Penyusunan Soal Berstandar Nasional Pendidikan Agama Kristen di Hotel Ameera- Pekanbaru, Rabu 13 Februari 2019.

Acara yang dibuka resmi oleh Plt Kanwil Kemenag Riau ditandai dengan Penyematan tanda peserta kepada Guru Agama Kristen Pada Pukul 19.30 Wib diikuti oleh 40 Peserta yang terdiri dari Guru dan Pengawas Tingkat Dasar, Menengah dan Atas.

“ada satu badan yang menjamin atau melakukan penjaminan mutu terhadap semua lembaga pendidikan yang ada yang biasa kita kenal dengan BSNP” papar Plt mengawali sambutannya.

BSNP adalah bagian dari Kementrian pendidikan yang bertugas untuk melakukan penjaminan mutu sehingga kalau suatu lembaga pendidikan tidak bermutu maka mereka yang berkewajiban dan bertanggung jawab.

Untuk itu mereka merasa kwatir ketika USBN disusun oleh Instansi lain. Pada dasarnya USBN adalah tugas mereka seperti UN 100 % BSNP yang mengerjakan. Tetapi USBN Khusus Agama hanya 25 Persen BSNP menyelesaikan, sedangkan yang 75 Persen diserahkan kepada Kementerian Agama.

Untuk itu jangan pernah mengecewakan Badan Standar Nasional Pendidikan dalam pengelolaan soal ini. Jika mereka sanggup, kanapa kita tidak tandasnya.

Evaluasi itu sangat penting sebab mampu memberi kan penilaian kepada Pemerintah, Guru dan Anak sekaligus dalam mencapai target meluluskan Peserta didik.

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Soal Ujian Sekolah Berbasis Nasional. Pertama ada kesesuaian materi yang diajarkan dengan Standar Kompetensi yang ditetapkan. Kedua setiap soal yang tercipta mampu membedakan pengetahuan setiap peserta didik dan Ketiga Soal harus Valid dan Handal. Unsur sara dan politik merupakan dua hal yang harus dihindari dalam Pembuatan soal.

Beliau berharap Guru agama Kristen bekerja maksimal dalam menyusun soal USBN sehingga badan Standar Nasional Pendidikan tahun depan memberikan tanggung jawab Penuh kepada Kementerian Agama dalam Pengelolahan Soal Ujian Sekolah Berbasis Nasional (belen)