Riau (Inmas)- Dalam rangka rangka syiar agama Islam dan menjalin silaturrahim antara bintang vocalis gambus, sekaligus menjaring vocalis gambus terbaik 2017, Bidang Penaiszawa dengan menggandeng Lasqi Riau menggelar Festival Bintang Vocalis Gambus Tingkat Provinsi Riau, Selasa (29/8/2017) di Aula Kanwil Kemenag Riau.
Hadir dalam kegiatan pembukaan Festival Bintang Vocalis Gambus Tingkat Provinsi Riau Kabag TU Drs H Mahyudin MA, Kabid- Kabid, Kasubbag dan Kasi, serta perwakilan Kesraprov Riau Rudi Hartono. Kegiatan bertema Dengan Festival Bintang Vocalis Gambus Tingkat Provinsi Riau Kita Jalin Ukhuwah Islamiyah Melalui Seni Budaya Islam.
Kakanwil dalam sambutannya menyebutkan, penyebaran syiar Islam melalui lomba- lomba muzik keagamaan merupakan langkah yang sangat luar biasa, karena melalui seni akan lebih mudah dipahami dan diterima masyarakat. Gambus merupakan salah satu budaya Islam yang agak tertinggal saa ini.
“Melalui kegiatan ini sekaligus untuk menginformasikan kepada masyarakat, karena sejarah seni pertama kali dimulai oleh dunia Islam pada 705 M setelah beberapa tahun Nabi wafat. Islam memberikan sumbangsih signifikan dalam sejarah peradaban umat manusia karena fakta mencatat music, not music merupakan salah satu pemikiran tokoh-tokoh Islam,” tegas Ahmad Supardi.
Untuk itu, melalui kegiatan Festival Bintang Vacalis Gambus 2017 yang baru diikuti beberapa Kabupaten/ Kota saja, hendaknya lebih ditingkatkan dimasa mendatang dengan meningkatkan aggaran, atau melakukan sharing anggaran dengan Pemerintah setempat.
“Melalui lomba ini tidak adalagi kesan bahwa yang bisa nyanyi hanyalah di gereja, tetapi ternyata kita juga memiliki vocalis- vocalis gambus yang bisa bernyanyi dalam bermacam versi music Islami yang sudah dimodifikasi, seperti qasidah, gambus, marawis dan sebagainya,” ungkap Ahmad Supardi bangga.
Sementara Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau, Hm Saman S Sos M SI yang juga selaku Ketua Lomba, menyebutkan, bahwa kegiatan lomba hanya diikuti oleh 25 orang peserta utusan 7 daerah, karena peserta tidak ditanggung biaya transportasinya terkait dengan minimannya anggaran yang ada.
“Semua daerah belum bisa ikut karena kita tidak bisa menanggung anggaran transportasi peserta daerah. Dan mudah- mudahan tahun yang akan datang anggaran dan jumlah peserta dapat lebih kita tingkatkan lagi,” harapnya.
Saman mengatakan, dari 7 daerah dengan 25 peserta, baik tingkat Anak- anak, Remaja, dan Dewasa akan dipilih satu pemenang terbaik yang akan menjadi utusan Provinsi Riau pada ajang Nasional 2017 yang akan berlangsung di Sumatera Barat. (mus/ady/jon)