Dumai (Inmas) - Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, dalam hal ini diwakili Kasubbag TU Drs. H. Ade A. Yani menghadiri Rapat Gugus Tugas Covid-19, terkait Kota Dumai menuju New Normal, bertempat di Gedung Media Center, sekira pukul 20.00 WIB. Salah satu hikmah dibulan suci ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1441 H/ 2020 M dan itu patut untuk kita syukuri bahwa jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 di Kota Dumai mengalami penurunan yang signifikan, berkat ikhtiar rasionalistik dan rohaniah yang selama ini dilakukan oleh masyarakat Kota Dumai, namun masyarakat Kota Dumai tidak boleh euforia. Kita belajar dari sejarah pendemi flu Spanyol karena mereka sudah diperbolehkan keluar rumah (euforia), tanpa memperhatikan protokoler kesehatan justru sebagian besar kematian flu Spanyol terjadi digelombang kedua dengan puluhan juta kematian, maka jangan sampai kita mengulangi sejarah. Banyak pakar yang memprediksikan bahwa pendemi Covid-19 akan berakhir pada bulan Juni atau Juli atau akhir tahun 2020. Seorang ahli dari WHO mengatakan bahwa pendemi Virus Covid-19 tidak akan berakhir, statusnya akan berubah dari pendemi menjadi endemi berarti sudah tidak asing lagi bagi manusia, terang Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si mengawali sambutannya. Kamis (28/05/2020)
Tepat pada tanggal 29 Mei 2020 pukul 00.00 WIB dini hari berakhir sudah pelaksanaan PSBB di Kota Dumai, Pemerintah Kota Dumai telah memastikan tidak akan memperpanjang pelaksanaan PSBB bukan, berarti usai PSBB masyarakat berprilaku dan berintraksi seenaknya saja tanpa mentaati protokoler kesehatan. Tentu tidaklah seperti itu, lalu apa langkah strategis Pemerintah Kota Dumai usai pelaksanaan PSBB dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan. Adanya keinginan Pemerintah Kota Dumai untuk menyambut baik keinginan Pemerintah Pusat, bahwa Kota Dumai menuju NEW NORMAL. Maka Walikota Dumai selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19, dalam rapat tersebut menyampaikan persiapan Kota Dumai menuju NEW NORMAL, karena dari 25 Kab/Kota se-Indonesia yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, Kota Dumai salah satunya yang akan menerapkan NEW NORMAL dan meminta kepada peserta rapat untuk memberikan pemikiran berupa masukan, saran dan pendapat yang berkaitan dengan hajat tersebut bila mana hajat itu akan dilaksanakan maka segala sesuatu sudah dipersiapkan, ujar Walikota Dumai kepada peserta rapat.
NEW NORMAL adalah perubahan prilaku untuk tetap menjalankan aktifitas normal namun tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, psical distancing, selalu cuci tangan dan lain-lain. Masyarakat Kota Dumai meskipun tidak semuanya mematuhi protokoler kesehatan, bahkan sejarah mencatat bahwa 15 abad yang lalu Islam terlebih dahulu mengajarkan hal yang demikian kepada umatnya. Namun konsep NEW NORMAL yang dinginkan oleh Pemerintah Pusat lebih dipertegas lagi, karena dalam pelaksanaannya Pemerintah Pusat akan mengerahkan TNI dan POLRI guna untuk membantu mendisplinkan masyarakat sesuai protokoler kesehatan. Ada empat tempat yang menjadi prioritas dalam mendisplinkan masyarakat sesuai protokoler kesehatan yaitu Mall, restoran, tempat rekreasi dan rumah ibadah, jelasnya.
NEW NORMAL secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa negara tidak akan mungkin berlama lama mensubsidikan kebutuhan ekonomi rakyatnya, apalagi negara terdampak besar dengan pendemi Covid-19 ini, justru kita tidak menginginkan penerapan NEW NORMAL sebagai tumbal kepentingan ekonomi semata-mata saja. Ada beberapa persiapan yang benar-benar matang bagi daerah yang akan melaksanakan NEW NORMAL agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan harapan bersama diantaranya :
1. Sudah terjadinya perlambatan kasus.
2. Sudah dilakukan optimalisasi PSBB.
3. Masyarakat lebih mawas diri dan meningkatkan daya tahan tubuh masing-masing.
4. Pemerintah memperhatikan betul-betul infrastruktur pendukung NEW NORMAL.
5. Contak traking yang erat dan itu sudah benar-benar dilakukan dalam hal melacak orang yang berintraksi dengan PDP dan ODP.
6. Jaminan bagi daerah yang menerapkan NEW NORMAL tentu tidak diinginkan, ketika diterapkan NEW NORMAL terjadi gelombang pendemi Covid-19 yang luar biasa ini dan juga hendaknya menjadi kajian mendalam bagi Pemerintah.
Bila Kota Dumai sudah benar-benar siap untuk menerapkan NEW NORMAL, maka sosialisasi yang berkaitan dengan hal tersebut harus dilakukan secara massif mulai dari tingkat elit sampai dengan masyarakat bawah, agar masyarakat tidak menafsirkan berbeda-beda terhadap hal itu dan menghindari agar tidak terjadi gesekan bila NEW NORMA diterapkan di Kota Dumai. Seyogyanya NEW NORMAL bukan hanya di titik tekankan pada aspek perekonomian saja namun juga pada aspek aktifitas ibadah dirumah ibadah, umat beragama kembali normal seperti biasanya karena mereka rindu untuk melakukan ibadah dirumah ibadah mereka masing-masing, tutup Walikota Dumai (Arief)