Dumai (Inmas) – PENTAS PAI merupakan
wahana kompetisi dalam mengaktualisasikan dan menumbuhkembangkan minat serta bakat peserta
didik dari jenjang SD sampai SMA/SMK. Kegiatan
ini merupakan wadah pembinaan dan aktualisasi bagi peserta didik untuk menerima,
memahami, mendalami, menghayati, dan
mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan
semakin dekatnya kegiatan Pekan
Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama
Islam (PENTAS PAI) Tingkat
Provinsi Riau tahun 2019 yang akan dilaksanakan pada minggu ke dua bulan
September 2019 di Pekanbaru. Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, yang ditaja
oleh Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, mengelar rapat
evaluasi persiapan PENTAS PAI tahun 2019, rapat dipimpin langsung oleh Kasi
Pendis Kemenag Dumai Drs. H. Ade A. Yani didampingi staf Pendis Kemenag Dumai
Riswanda Aswad dan dihadiri Pengawas Kantor Kemenag Dumai dan Panitia PENTAS PAI
2019 se-Kota Dumai, bertempat di Aula Kantor Kemenag Dumai. Selasa (03/09/2019)
Para peserta akan didampingi dan
akan terus dilatih dari sini sampai perlombaan nanti di Pekanbaru. Kontingen yang
berangkat ke Pekanbaru bukan hanya peserta, akan tetapi akan disertai oleh Panitia
PENTAS PAI 2019 dari Kemenag Dumai dan disertai juga oleh para pendamping.
Dalam sambutannya, Kepala Seksi
Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. H. Ade A. Yani berharap
agar seluruh Kontingen Pentas PAI Kota Dumai selalu sehat wal afiat.
"Semoga dari semua yang tampil adalah orang yang terbaik," harapnya.
H. Ade A. Yani juga menambahkan,
dalam perlombaan tentunya ada yang kalah dan ada yang menang. "Kalau kita
kalah bukan berarti kita tidak baik. Itu yang perlu dicamkan. Jadi kalau kita
itu berlomba dan kalah, itu bukan berarti tidak baik, hanya pada waktu kita
tampil ada yang lebih baik dari kita. Jadi itu saja sederhana, jagan dibebankan
harus menang dan harus juara. Memikirkan kita harus juara saja kita sudah
kehabisan energi. Jadi dibuat apa adanya saja. Diusahakan dalam pementasan ini
semangat yang tinggi kemudian kita lakukan dengan kemampuan yang kita miliki
dan berdoa. Mudah-mudahan doanya diijabah oleh Allah. Jadi usaha yang kita
lakukan hasilnya kita serahkan kepada Allah. Syukur-syukur apa yang kita
harapkan kita dapat," paparnya.
H. Ade A. Yani juga berpesan kalau juara jangan takabur, kalau kalah jangan merasa rendah hati dan rendah diri. "Itu yang paling penting. Kalau kita kalah, kita perbaiki di masa-masa yang akan datang," pungkasnya. (Arief)