Dumai (Inmas) - Peran Ketua Regu
(Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) punya posisi sangat penting, bertugas
melayani dan membantu para jemaah haji sejak keberangkatan ke tanah suci hingga
kepulangan ke tanah air. Mereka jugalah yang berhadapan langsung dengan jemaah
haji untuk melayani tamu-tamu Allah di masing-masing regu dan rombongannya, arahan Kakan Kemenag Dumai Drs. H. Syafwan saat
memberikan Pembekalan Tugas Karu dan Karom calon jemaah haji Kota Dumai Tahun
1440 H/2019 M.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, Drs. H. Syafwan, membuka secara resmi acara Pembekalan Tugas Karom dan Karu Calon Jemaah Haji Kota Dumai Tahun 1440 H/2019 M yang bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, Rabu (03/07/2019), bertindak sebagai protokol Staf Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Dumai H. Syahruddin.
Dalam arahannya Drs. H. Syafwan didampingi
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. Zulkifli
dan Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota
Dumai Drs. H. Zakaria, menerangkan bahwa setiap Karom dan Karu punya Tugas
Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing. Oleh karena itu, Karom dan Karu
adalah orang-orang yang terpilih dan dianggap mampu mengemban amanah yang
sangat mulia ini.
“Untuk itu mari bersama-sama kita
menjadi Karom dan Karu yang siap dan ikhlas menjalankan amanah. Paham terhadap
tugas dan fungsi kita, tentunya dengan menjunjung tinggi ketertiban dan kedisiplinan,”
tandas H. Syafwan.
Permasalahan yang ada di
lapangan, tambahnya, harus diselesaikan bersama-sama. Tugas pokok Karu membantu
pelaksanaan tugas Ketua Rombongan sebagai pembantu petugas yang menyertai
jemaah (Petugas Kloter) di bidang pelayanan umum, ibadah dan kesehatan. “Sedangkan
tugas pokok Karom membantu pelaksanaan tugas Ketua Kloter/TPHI yang menyertai
jemaah haji dibidang pelayanan umum dan ibadah,” jelasnya.
“Mengatur, membantu dan menjaga
anggota rombongannya agar tetap utuh, aman, tertib serta dapat mencapai kemabruran
dalam melaksanakan ibadah haji, itulah fungsinya,” tegas H. Syafwan.
“Kunci keberhasilan Karu dan
Karom adalah komunikasi. Dalam melaksanakan tugas secara bersama-sama,
perangkat kloter melaksanakan tugasnya sesuai dengan tingkatannya,” lanjutnya.
Hal senada disampaikan Kasi
Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Dumai, Drs. H. Zakaria. Berbagai persoalan
yang dihadapi dalam perjalanan jemaah haji Indonesia, seluruh persoalan harus
diselesaikan dengan baik dan bijaksana. Diperlukan kerja keras, kesabaran dan ketegaran
dalam menghadapi dan menyelesaikannya.
“Untuk itulah diperlukan kemampuan personal yang handal, cerdas dan cepat dalam merespon permasalahan yang terjadi. Seluruh petugas haji, baik Karu dan Karom harus memiliki komitmen
yang kuat untuk melayani dan
memuliakan para tamu Allah SWT,” kata H. Zakaria.
“Dasari dengan niat ikhlas, sabar, dan selalu berkoordinasi, berkomunikasi, mengutamakan kepentingan kelompok/umum daripada pribadi. Mengetahui kondisi jemaah dan anggotanya satu persatu baik fisik dan mental,” harapnya. (Arief).