Kemenag dan BAZ Rohul Tinjau Bantuan Usaha Produktif dan Rumah Keluarga Sakinah
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Kemenag dan BAZ Rohul tinjau usaha produktif dan rumah keluarga sakinah bantuan Badan Amil Zakat (BAZ) Rohul yang dibantu tahun 2011. Lokasi yang ditinjau adalah warung lontong dan makanan kecil milik Ibu Masdewi pada SMA Muara Rumbai, pedagang bakso di Muara Rumbai, buka usaha k...
Rokan Hulu (Humas)- Kemenag dan BAZ Rohul tinjau usaha produktif dan rumah keluarga sakinah bantuan Badan Amil Zakat (BAZ) Rohul yang dibantu tahun 2011. Lokasi yang ditinjau adalah warung lontong dan makanan kecil milik Ibu Masdewi pada SMA Muara Rumbai, pedagang bakso di Muara Rumbai, buka usaha kolam ikan lele di Pekan Tebih, dan Sdr Makmur Imam salah satu Mushalla di Pekan Tebih, pada hari Selasa (28/2/2012).
Ikut melakukan peninjauan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Ketua BAZ Rohul Ir H Samrikardo MM, Sekretaris BAZ Efalisman SAg, Kasi Pemberdayaan Zakat H Abd Rahman Jailani SAg, Kasi Pengembangan Zakat Drs H Syahruddin MSy.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, Ibu Masdewi wajahnya berseri seri karena berkat bantuan usaha produktif yang diterimanya sebanyak Rp 5 juta dari BAZ Rohul, peralatannya telah lengkap dan usahanyapun lancar.
Masdewi menyatakan penghasilan kotornya saat ini Rp 500 ribu. Untungnya ya sekitar Rp 150 Ribu setiap hari, sebab dia jualan lontong, mie, soto dan makanan lainnya. Adapun bantuan gerobak bakso yang diberikan di muararumbai, telah juga menghasilkan, cuman pemakaiannya sekali dalam satu minggu, sebab dia jualan bakso harian memakai honda, sedangkan yang memakai gerobak cuma pada hari pasar.
Adapun kolam ikan dan ternak ikan lele yang diberikan pada 7 orang di Pekan Tebih, ada yang berhasil dan ada yang tidak. Yang berhasil malah telah menambah kolamnya 3 kolam dari hasil panennya. Sementara pembangunan rumah keluarga sakinah (RKS) untuk sdr Makmur senilai Rp 35 juta telah selesai dan telah digunakan.
Secara umum berdasarkan hasil pantauan di lapangan, penyaluran dana zakat untuk usaha produktif telah sesuai dengan realitas lapangan dan ketentuan hukum Islam. Ada yang berhasil dengan baik, Namun ada juga yang kurang berhasil. Faktor ketidak berhasilan yang dominan adalah kemalasan dan ketidaksabaran. Faktor mentalitas sangat dominan.
Bagi yang berhasil akan ditingkatkan pembinaan, termasuk penambahan biaya usaha, sampai yang bersangkutan terentaskan dari kemiskinannya. Harapan kita, ke depan dia bisa berubah dari mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (pembayar zakat). (ash)