Kemenag dan BAZ Bina Iman dan Ekonomi 32 Muallaf
Ringkasan:
ROKAN HULU (HUMAS) Kemenag Rohul bekerjasama dengan BAZ Rohul melakukan pembinaan terhadap 32 orang mu'allaf kec Ujungbatu, Senin (9/7) bertempat di Masjid Alhidayah Ujungbatu. Pembinaan dilakukan terkait dengan iman dan ekonomi para muallaf tersebut.
ROKAN HULU (HUMAS) Kemenag Rohul bekerjasama dengan BAZ Rohul melakukan pembinaan terhadap 32 orang mu'allaf kec Ujungbatu, Senin (9/7) bertempat di Masjid Alhidayah Ujungbatu. Pembinaan dilakukan terkait dengan iman dan ekonomi para muallaf tersebut. Pembinaan ini dilakukan sebagai lanjutan dari pembinaan yang telah dilaksanakan sebelumnya sebulan yang lalu di masjid Islamic Centre Madani Pasir Pengarayan.
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA didampingi Bendahara Umum BAZ Rohul H Erkat Siregar S Sos, dalam arahan pembinaannya menyatakan bahwa salah satu kelemahan kita selama ini adalah kita sering menelantarkan para muallaf, padahal mereka butuh perhatian dan bimbingan, khususnya bimbingan ilmu pengetahuan agama, bimbingan aqidah, bimbingan ibadah, bimbingan mu'amalah dan akhlakul karimah.
Perhatian yang tak kalah pentingnya adalah perhatian dari segi ekonomi, pekerjaan dan mata pencaharian mereka. Jika para muallaf itu tidak diperhatikan sisi ekonominya, tidak menutup kemungkinan, mereka akan diperhatikan orang lain, ujarnya.
Ditambahkannya, hal seperti ini membuka peluang kembali bagi mereka untuk beralih agama atau kembali ke agama asalnya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad Saw bahwa kemiskinan sangat dekat dengan kekafiran.
Ahmad Supardi Hasibuan selaku Kakan Kemenag Rohul beserta Pengurus BAZ Rohul akan memberikan pembinaan minimal sekali sebulan dan sekaligus memperhatikan ekonomi mereka dengan memberikan bantuan sesuai dengan profesi dan keahlian masing masing.
Bagi yang berjualan, akan kita bantu modal usaha. Bagi yang petani akan dibantu peralatan dan bibit pertanian. Bagi yang tukang becak akan kita bantu becak, dan seterusnya, jelas Ahmad.
Menurut Ahmad Supardi Hasibuan, dengan masuknya mereka ke dalam agama Islam, itu berarti bahwa mereka adalah saudara-saudara kita dalam seiman dan seagama. Oleh karena itu pula, maka perhatian kitapun harus sama kepada mereka sebagaimana kita memperhatikan umat kita pada umumnya. (Ash).