0 menit baca 0 %

Kemenag Beri Reward Peraih Medali pada OSN 2017

Ringkasan: Riau (Inmas)- Kementerian Agama tengah menyiapkan penghargaan bagi para siswa madrasah yang berhasil meraih medali pada ajang Olimpiade Sains Nasional tahun 2017 di Pekanbaru, Riau. Kepastian adanya penghargaan ini ditegaskan Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M N...

Riau (Inmas)- Kementerian Agama tengah menyiapkan penghargaan bagi para siswa madrasah yang berhasil meraih medali pada ajang Olimpiade Sains Nasional tahun 2017 di Pekanbaru, Riau. Kepastian adanya penghargaan ini ditegaskan Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Nur Kholis Setiawan saat meninjau kesiapan kontingen siswa madrasah venue OSN 2017.

“Kami berkomitmen untuk memberikan reward bagi pemenang OSN dari Madrasah berupa uang pembinaan bagi peraih Emas, Perak, dan Perunggu,” terang M. Nur Kholis Setiawan saat berkunjung dan bersilaturrahim dengan peserta OSN Provinsi Riau kemarin.

Besarannya berapa, M. Nur Kholis mengaku kalau itu masih dalam pembahasan. Namun, kisarannya adalah Rp10juta untuk peraih medali emas, Rp7.5juta untuk perak, Rp5juta untuk perunggu, dan Rp2.5juta untuk nominasi OSN.

Untuk gelaran OSN tahun ini, lanjut M. Nur Kholis, Kementerian Agama menargetkan para siswa madrasah dapat meraih medali lebih banyak dibanding tahun lalu. Menurutnya, ada  48 siswa Madrasah Aliyah (MA) yang akan mengikuti OSN tingkat SMA/MA yang berlangsung dari 2 - 8 Juli 2017. 

“Pada OSN tahun lalu, siswa MA berhasil meraih 23 (dua puluh tiga) medali, terdiri dari 13 perunggu, 8 perak, dan 2 emas,” ujarnya.

M. Nur Kholis Setiawan meminta siswa madrasah peserta OSN untuk ikhtiar maksimal dan tidak melupakan doa dan tawakkal kepada Allah SWT. "Jelang OSN, saya minta anak-anak betul-betul istiqomah dalam ikhtiar, tapi jangan lupa tawakkal dan berdoa," pesannya sembati mengutip nasehat ulama Ibn Athaillah Al Iskandari.

Menurut Guru Besar UIN Sunan Kalijaga tersebut,  pengalaman mengikuti OSN merupakan gerbang keberhasilan masa depan anak-anak. OSN ini juga diyakini tidak hanya bermanfaat untuk diri anak dan Kemenag, tapi juga untuk Indonesia. (rls/e-m)