Bengkalis
(Inmas) – Sebagai salah satu upaya dalam mensukseskan SP 2020 Online, Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Bengkalis melaksanakan kunjungan dan silaturahmi ke Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, di Jalan Kelapapati Darat Bengkalis, pada
Selasa (24/03/2020) siang.
Kepala
BPS Bengkalis Sukarwanto SST dalam kunjungannya tersebut mengatakan pada tahun
2020 ini, Sensus Pendudk (SP) dilaksanakan dengan dua cara, yakni SP 2020 online atau mandiri yang dilaksanakan
mulai 15 Februari sampai dengan 31 Maret 2020. Selanjutnya SP 2020 wawancara
yang akan dilaksanakan pada 1 s.d 31 Juli 2020 mendatang.
Beliau juga
menegaskan bahwa pelaksanaan SP 2020 online
hanya dilakukan melalui sensus.bps.go.id,
bukan yang lainnya. Jika ada yang mengatakan bisa dilakukan selain melalui sensus.bps.go.id, itu tidak benar dan
jangan dipercaya.
Oleh karenanya,
Sukarwanto meminta kerja sama dalam mendata seluruh pegawai di lingkungan Kantor
Kemenag Bengkalis dan meminta dukungan serta mensosialisasikan dan penyebarluasan
informasi tentang SP 2020 online yang
dilaksanakan saat ini.
Sementara
itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenag Bengkalis Dr H Carles SAg MA,
kepada Kepala BPS Bengkalis mengatakan siap membantu dan memberikan kerja sama
dalam suksesnya pelaksanaan SP 2020 online
ini.
Hal ini
dibuktikan dengan telah dibentuknya tim dari pegawai Kantor Kemenag Bengkalis
yang ahli di bidang Ilmu dan Teknologi (IT) yang siap melakukan pendataan demi
suksesnya pelaksanaan SP 2020 online tersebut.
Sebagai penanggungjawab
langsung Plt Kakan Kemenag Bengkalis, dan H Rusli SAg MM ditunjuk sebagai Ketua
Tim, dibantu oleh dua orang anggota yakni Sunardi SHI selaku tutorial dan Yeni
Nopiyanti SPd MA selaku pendata.
Di tempat
yang berbeda, kepada tim Inmas Bengkalis H Rusli menyampaikan tujuan program SP
2020 online ini adalah untuk menambah
akurasi data dengan informasi terkini.
“Sebagai
tim yang ditunjuk, kami sudah menyurati dan menginformasikan kepada seluruh
pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Bengkalis, seperti penyuluh agama, Kepala KUA, penghulu,
pengawas dan juga seluruh Kepala Madrasah negeri dan swasta, baik itu PNS atau
pun Non PNS.” Ungkap H Rusli.
“Alhamdulillah,
hal ini mendapat respon yang sangat positif, bahkan sampai ada yang meminta tunjuk
ajar, bagaimana caranya untuk memasukan data tersebut” tambahnya.
Masih
menutnya bahwa dengan memanfaatkan data milik Direktorat Jenderal Kependudukan
dan Catatan Sipil (Dukcapil) sebagai data dasar. Kemudian, pengumpulan data
dibagi menjadi dua tahap yaitu sensus penduduk online dan sensus penduduk wawancara.
Pendataan
SP 2020 online dilaksanakan untuk
menuju satu data kependudukan Indonesia, dan SP merupakan sebuah kegiatan
penting yang diselenggarakan BPS setiap sepuluh tahun sekali, biasanya pada
tahun berakhiran 0 (nol). Selama ini, BPS menyelenggarakan SP secara
konvensional, yakni dengan metode wawancara dari rumah ke rumah.
Namun, pada pelaksanaan SP
2020 online ini, BPS mengikuti
rekomendasi dari PBB untuk menggunakan metode kombinasi dalam pengumpulan data,
dengan memanfaatkan data Dukcapil. *(eki)