0 menit baca 0 %

Kemenag Bengkalis Gelar Pendampingan Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat di Kecamatan Bengkalis

Ringkasan: Bengkalis (Kemenag) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkalis melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) kembali menggencarkan Program Pendampingan KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat. Kegiatan ini digelar di Kecamatan Bengkalis pada Rabu (8/10/2025) dan dipusatkan di Mushalla Al-Ikhlas Kem...

Bengkalis (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkalis melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) kembali menggencarkan Program Pendampingan KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat. Kegiatan ini digelar di Kecamatan Bengkalis pada Rabu (8/10/2025) dan dipusatkan di Mushalla Al-Ikhlas Kemenag Bengkalis.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Bengkalis, H. Khaidir, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya program ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemaslahatan umat.

“Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.

H. Khaidir menjelaskan, tujuan pendampingan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas aparatur KUA dan masyarakat agar lebih memahami strategi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara produktif sehingga dapat mendukung kemandirian ekonomi umat.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta, terdiri atas kepala dan pegawai KUA Kecamatan Bengkalis, penyuluh agama Islam, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan anggota majelis taklim. Kehadiran beragam unsur masyarakat ini menunjukkan tingginya antusiasme dan dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi umat.
Untuk memperkaya wawasan peserta, Kemenag Bengkalis menghadirkan dua narasumber utama: Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Bengkalis, Dr. H. Carles, S.Ag., MA, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis yang diwakili oleh stafnya, Umayyah.

Dalam pemaparannya, Dr. Carles menekankan pentingnya strategi pemberdayaan ekonomi umat yang berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan. Ia juga menyampaikan kajian mengenai optimalisasi pengelolaan zakat dan wakaf.

“Kami memberi pemahaman tentang zakat dan wakaf. Optimalisasi zakat dan wakaf agar lebih produktif adalah langkah penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Bengkalis yang diwakili Umayyah menyoroti pentingnya sinergi seluruh pihak untuk memastikan pengelolaan zakat dan wakaf benar-benar berdaya guna bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Bengkalis berharap aparatur KUA bersama masyarakat dapat semakin memahami pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara produktif. Dengan demikian, KUA dapat bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan umat yang mendorong lahirnya kemandirian ekonomi di Kabupaten Bengkalis.

Program ini juga menjadi bagian dari Revitalisasi KUA yang dicanangkan Kementerian Agama RI. Revitalisasi tersebut tidak hanya menekankan peningkatan kualitas layanan keagamaan, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui pendampingan ini, Kemenag Bengkalis meneguhkan komitmennya untuk menjadikan KUA bukan hanya sebagai lembaga administratif, tetapi juga sebagai institusi yang hadir menjawab kebutuhan masyarakat dalam bidang keagamaan sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan ekonomi yang merata di Kabupaten Bengkalis.