0 menit baca 0 %

Kemenag Akan Turunkan Penceramah di Seluruh Masjid saat Ramadhan

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG), Agar pelaksanaan keagamaan di Bulan Ramadhan berjalan baik dan sukses tahun ini, pihak Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) membuat jadwal untuk menurunkan penceramah ke seluruh masjid di 16 kecamatan.

ROKAN HULU (KEMENAG), Agar pelaksanaan keagamaan di Bulan Ramadhan berjalan baik dan sukses tahun ini, pihak Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) membuat jadwal untuk menurunkan penceramah ke seluruh masjid di 16 kecamatan.

Diakui Kepala Kakan Kemenag Rohul, Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kamis (5/6/2014), kegiatan penceramah di masjid-masjid selama Ramadhan merupakan program kerja rutin Kemenag Rohul setiap tahun.

“Untuk masjid-masjid besar seperti di Kecamatan Rambah, kita sudah tentukan penceramah yang akan mengisi kegiatan disana, dengan bekerjasama dengan Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kab Rohul.

Sedangkan di masjid kecamatan, nantinya pengurus masjid berkoordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan. Jelasnya, agenda dengan tempatkan para penceramah untuk isi kegiatan agama di masjid-masjid, setiap tahunnya digelar,” jelas Ahmad Supardi.

Dia sangat berharap, agar seluruh pengurus masjid bersama KUA, bisa melakukan pembuatan jadwal, siapa-siapa nantinya orang yang diturunkan ke masjid-masjid, guna mengisi kegiatan kegamaan, selain Shalat Tarawih.

“Melalui kegiatan itu diharapkan bisa memberikan pencerahan agama bagi seluruh umat Muslim di Rohul yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun ini,” harap Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi menghimbau seluruh umat Islam agar menjadikan bulan Ramadhan ini, sebagai bulan tarbiyah (pendidikan), bulan tazkiyah (pensucian diri), bulan penuh ibadah, bulan instrospeksi diri, bulan empati atas penderitaan fakir miskin, bulan penuh berkah, dan lain sebagainya.Hal ini sangat penting, sebab Ramadhan datang hanya sekali dalam setahun.

Jika Ramadhan tahun ini dilewatkan, maka kita harus sabar menunggu setahun lagi, itupun jika umur kita panjang. Jika tidak, maka kita tidak akan bertemu lagi dengan Ramadhan yang akan datang, papar Ahmad Supardi.**(dhel/rie/Ash)