Kembangkan Usaha, Pengurus KPRI Kemenag Harus Sigap
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Kantor Wilayah Kemengerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau harus sigap melihat potensi dan peluang yang bermanfaat dalam pengembangan usaha. Apalagi dengan NPWP yang sudah dimiliki, peluang mengembangkan diri pada pola usaha yang leb...
Pekanbaru (Humas)- Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Kantor Wilayah Kemengerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau harus sigap melihat potensi dan peluang yang bermanfaat dalam pengembangan usaha. Apalagi dengan NPWP yang sudah dimiliki, peluang mengembangkan diri pada pola usaha yang lebih besar terbuka lebar. Demikian dungkapkan Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, melalui Kabag TU Kanwil Kemenag Riau, Drs H Pandji Ade KhF, saat membuka acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Aula Kanwil Kemenag Riau, Kamis (17/3).
Menurutnya, Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi merupakan rapat tahunan yang harus diselenggarakan oleh setiap pengurus koperasi sebagai pertanggungjawaban kepada seluruh anggota koperasi tentang perjalanan koperasi selama satu tahun berjalan, baik tanggungjawab keuangan, pertanggungjawaban program yang diamanatkan oleh anggotta maupun pertanggungjawaban lainnya.
Jika sebuah koperasi tidak melaksanakan RAT maka anggota wajib mempertanyakan kepada pengurus, disamping koperasi tersebut adalah koperasi yang tidak sehat. "Dalam RAT akan dibahas pertanggungjawaban tahunan sekaligus penyusunan rencana kerja dan rencana anggaran dan pendapatan koperasi satu tahun kedepan," jelasnya.
Untuk itu, sebagai pembina Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), Ka Kanwil Kemenag Riau Drs H Asyari Nur SH MM, melalui Kabag Tata Usaha, Drs H Pandji Ade KhF, mengharapkan agar seluruh anggota koperasi dapat mengikuti rangkaian kegiatan RAT karena kekuasaan tertinggi adalah RAT karena banyak permasalahan koperasi yang akan disampaikan dalam RAT ini.
Ia mengatakan, dalam RRAT akan disampaikan laporan pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan KPRI satu tahun berjalan, dan sebagai anggota harus menjalankan kewajiban serta tidak hanya sekedar menuntut hak dalam koperasi.
"Program KPRI Kanwil Kemenag Riau saya perhatikan cukup berjalan dengan baik, walau tetap tidak lepas dari kekurangan. Misalnya, usaha simpan pinjam sebagai satu- satunya program unggulan koperasi berjalan dengan baik, usaha toko koperasi yang berada di jalan Kartini Pekanbaru juga dapat berjalan lancar. Namun kedepan perlu dipikirkan pengembangan yang lebih baik didukung dengan lokasi yang sangat strategis, saya optimis ini bisa lebih maju,`` ungkapnya.
Lebih lanjut Pandji menyampaikan, sesungguhnya KPRI Kanwil Kemenag Riau memiliki potensi dan peluang yang sangat besar dalam pengembangan usaha. KPRI yang sudah memiliki NPWP bisa mengembangkan diri pada pola usaha yang lebih besar, misalnya dengan melakukan kerja sama dengan toko bangunan untuk mempersiapkan bahan bangunan kegiata sebuah madrasah sedang membangun. Bahkan saat ini beberapa usaha kecil telah diberi kepercayaan untuk pengadaan pakaian batik jamaah haji tahun 2011.
"Pegawai kemenag dilarang ikut dalam pendistribusian pakaian seragam batim, tapi bila hal tersebut dilakukan oleh koperasi hal ini boleh- boleh saja. Peluang - peluang seperti ini hendaknya dimanfaatkan oleh koperasi dalam pengembangannya kedepan," ungkapnya.
"Terakhir, kepada Badan Pengawas saya berharap agar secara terus menerus melakukan pengawasan terhadap jalannya KPRI Kemenag Riau. Dan kepada Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Pekanbaru saya berhaap untuk selalu membina KPRI Kanwil Kemenag Riau," pungkasnya. (msd)